Pantau Flash
Kemenkes Sebut Rp150 Ribu Bukan HET Rapid Test COVID-19
98 Orang di Secapa AD yang Dinyatakan Positif Ternyata Negatif COVID-19
Kantor DPRD Jateng Ditutup Selama 3 hari
Erick Thohir Gandeng IFC, Direksi BUMN Nggak Bisa 'Nakal' Soal GCG
Bima Arya Tegaskan Bus Bantuan di Stasiun Bogor Hanya Sementara

Adu Karakteristik Kepemimpinan Airlangga vs Bamsoet Menuju Golkar 1

Headline
Adu Karakteristik Kepemimpinan Airlangga vs Bamsoet Menuju Golkar 1 Airlangga Hartarto (kiri) dan Bambang Soesatyo (Bamsoet). (Foto Antara/Wahyu Putro A)

Pantau.com - Pengamat politik Ujang Komarudin memaparkan perbedaan karakter kepemimpinan antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang juga Politisi Partai Golkar.

Ujang menilai karakter kedua tokoh tersebut berdasarkan kepemimpinan mereka, baik di Golkar maupun di saat memimpin lembaga negara.

"Indikator penilaian saya adalah ketika mereka menjadi elite di Golkar atau pejabat di lembaga negara," kata Direktur Indonesia Political Review (IPR) ini.

Baca juga: Munas Golkar: Pertarungan Airlangga vs Bamsoet Diharapkan Tanpa Gejolak

Menurut Ujang, bila dilihat karakteristik kepemimpinannya, Airlangga menunjukkan karakter pemimpin yang eksklusif. Hal itu terlihat dari kepemimpinannya di Golkar beberapa tahun terakhir ini.

"Bisa dilihat bahwa Pak Airlangga itu pergaulannya terbatas, hanya di tingkat elit saja dan tidak mengakar," ujarnya.

Sementara Bamsoet berbanding terbalik dengan Airlangga. Ia menilai Bamsoet adalah seorang pemimpin yang inklusif atau terbuka. "Bamsoet dalam situasi politik sangat dinamis, lebih adaptif ketimbang Airlangga. Bahkan pergaulan Bamsoet itu lebih mengakar," lanjutnya.

Baca juga: Nusron Wahid: Tidak Ada Restu dari Jokowi untuk Airlangga dan Bamsoet

Partai Golkar sendiri akan melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) di Jakarta pada tanggal 4 hingga 6 Desember 2019.

Ujang pun berharap pada Munas Golkar nanti dapat melahirkan pemimpin yang lebih inklusif lagi, karena demokrasi Indonesia semakin berkembang dan maju.

"Tentunya dinamika politik ke depan akan semakin dinamis dan lebih terbuka lagi," kata Ujang.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: