Pantau Flash
FBI Turun Tangan Selidiki Ledakan Beirut
Anggaran Kemenkes dalam RAPBN 2021 Naik Jadi Rp84,3 Triliun
32 Kawasan Khusus Pesepeda di Jakarta Ditiadakan Mulai 16 Agustus 2020
Bio Farma Soal Vaksin Rusia: Tidak Mengikuti Kaidah Ilmiah untuk Registrasi
Sebanyak 38 Orang di DPRD Jawa Barat Terinfeksi COVID-19

Adu Karakteristik Kepemimpinan Airlangga vs Bamsoet Menuju Golkar 1

Headline
Adu Karakteristik Kepemimpinan Airlangga vs Bamsoet Menuju Golkar 1 Airlangga Hartarto (kiri) dan Bambang Soesatyo (Bamsoet). (Foto Antara/Wahyu Putro A)

Pantau.com - Pengamat politik Ujang Komarudin memaparkan perbedaan karakter kepemimpinan antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang juga Politisi Partai Golkar.

Ujang menilai karakter kedua tokoh tersebut berdasarkan kepemimpinan mereka, baik di Golkar maupun di saat memimpin lembaga negara.

"Indikator penilaian saya adalah ketika mereka menjadi elite di Golkar atau pejabat di lembaga negara," kata Direktur Indonesia Political Review (IPR) ini.

Baca juga: Munas Golkar: Pertarungan Airlangga vs Bamsoet Diharapkan Tanpa Gejolak

Menurut Ujang, bila dilihat karakteristik kepemimpinannya, Airlangga menunjukkan karakter pemimpin yang eksklusif. Hal itu terlihat dari kepemimpinannya di Golkar beberapa tahun terakhir ini.

"Bisa dilihat bahwa Pak Airlangga itu pergaulannya terbatas, hanya di tingkat elit saja dan tidak mengakar," ujarnya.

Sementara Bamsoet berbanding terbalik dengan Airlangga. Ia menilai Bamsoet adalah seorang pemimpin yang inklusif atau terbuka. "Bamsoet dalam situasi politik sangat dinamis, lebih adaptif ketimbang Airlangga. Bahkan pergaulan Bamsoet itu lebih mengakar," lanjutnya.

Baca juga: Nusron Wahid: Tidak Ada Restu dari Jokowi untuk Airlangga dan Bamsoet

Partai Golkar sendiri akan melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) di Jakarta pada tanggal 4 hingga 6 Desember 2019.

Ujang pun berharap pada Munas Golkar nanti dapat melahirkan pemimpin yang lebih inklusif lagi, karena demokrasi Indonesia semakin berkembang dan maju.

"Tentunya dinamika politik ke depan akan semakin dinamis dan lebih terbuka lagi," kata Ujang.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: