Pantau Flash
Dilaporkan Lakukan Penganiayaan, Habib Bahar Kembali Jadi Tersangka
Presiden Jokowi Didampingi Mentan Syahrul Tinjau Food Estate di Humbahas
Ada 3.520 Kasus Baru, Positif COVID-19 di RI Capai 396.454 per 27 Oktober
Ledakan Dahsyat Madrasah di Pakistan Tewaskan 7 Orang
Tiga Petinggi Sunda Empire Divonis Dua Tahun Bui

Agar Pengembalian Uang Negara Maksimal, KPK Telusuri Aset Imam Nahrawi

Agar Pengembalian Uang Negara Maksimal, KPK Telusuri Aset Imam Nahrawi Imam Nahrawi. (Foto: Pantau.com/Reza Saputra)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mengidentifikasi dan menelusuri aset mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

"Kami juga melakukan identifikasi dan penelusuran aset lebih lanjut karena dugaan suap yang diterima sejauh ini kan cukup signifikan lebih dari Rp26 miliar," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Baca juga: Imam Nahrawi Jadi Tersangka Suap, Begini Kondisi Terkini di Kemenpora

Proses penelusuran itu, kata dia, dibutuhkan agar asset recovery atau uang yang kembali ke negara bisa lebih maksimal.

"Jadi, kami perlu menelusuri lebih lanjut agar nanti setelah proses hukumnya terjadi, maka asset recovery-nya atau uang yang kembali ke negara itu bisa lebih maksimal," ungkap Febri.

Selain itu, kata dia, KPK juga membuka saluran jika masyarakat memiliki informasi terkait kepemilikan aset tersangka Imam.

"KPK juga membuka saluran. Jadi, kalau masyarakat ingin memberi informasi pada KPK terkait dengan misalnya ada aset-aset yang diduga dimiliki oleh tersangka itu bisa diinformasikan pada KPK," kata Febri.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK mengungkapkan bahwa sumber uang yang diterima Imam merupakan commitment fee terkait tiga hal.

"Dalam penyidikan ini, kami menduga sebagian suap terkait dengan proses pengurusan sampai dengan pencairan proposal hibah KONI merupakan commitment fee terkait tiga hal," kata Febri.

Baca juga: Jadi Tersangka Suap, Imam Nahrawi Minta Maaf kepada Semua Pihak

Tiga hal tersebut, yakni anggaran fasilitasi bantuan untuk dukungan administrasi KONI mendukung persiapan Asian Games 2018.

Kedua, anggaran fasilitasi bantuan kegiatan peningkatan kapasitas tenaga keolahragaan KONI Pusat Tahun 2018;

Ketiga, bantuan pemerintah kepada KONI guna pelaksanaan pengawasan dan pendampingan pada kegiatan peningkatan prestasi olahraga nasional.

Diketahui, KPK pada Rabu, 18 September 2019, mengumumkan Imam dan asisten pribadinya saat menjadi Menpora, yakni Miftahul Ulum sebagai tersangka dalam pengembangan perkara suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran (TA) 2018.

KPK menduga Imam menerima uang dengan total Rp26,5 miliar. Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait.

Adapun rinciannya, dalam rentang 2014-2018, Menpora melalui Ulum diduga telah menerima uang sejumlah Rp14,7 miliar. Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: