Pantau Flash
PSBB Ketat Jakarta Kembali Diperpanjang 14 Hari
Kasus Positif COVID-19 di RI Capai 262.022, Jumlah Meninggal Dunia 10.105
Febri Diansyah Mundur dari KPK
Idap Kanker Paru Stadium 4, Suami Bupati Bogor Ade Yasin Tutup Usia
Pasar Cempaka Putih Kebakaran, Damkar Sempat Alami Kesulitan Air

Airlangga Tegaskan Golkar Tetap Berjuang Isi Kursi Ketua MPR

Headline
Airlangga Tegaskan Golkar Tetap Berjuang Isi Kursi Ketua MPR Ilustrasi Partai Golkar. (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan bahwa partainya tetap memperjuangkan posisi Ketua MPR RI periode 2019-2024. Dirinya sangat yakin jabatan tersebut akan jatuh ke partai beringin tersebut.

Hal itu dilakukan Airlangga setelah seluruh fraksi di DPR RI sepakat merevisi UU nomor 2 tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) terkait jumlah kursi pimpinan MPR.

"Perolehan kursi Golkar di parlemen lumayan, kami akan perjuangkan (kursi Ketua MPR RI)," kata Airlangga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Baca Juga: Partai Golkar Ungkap Pesan Jokowi Jelang Diselenggarakannya Munas

Memteri Perindustrian RI itu mengungkapkan, seluruh fraksi di DPR RI termasuk Golkar setuju dengan format pimpinan MPR periode 2019-2024 yaitu satu Ketua MPR dan sembilan Wakil Ketua MPR RI.

Menurutnya, tidak benar dengan formasi pimpinan tersebut membuat Golkar kalah bersaing merebut posisi Ketua MPR RI.

Selain itu Airlangga mengatakan saat ini sudah ada nama kader Golkar yang akan diajukan menjadi Ketua MPR RI namun dirinya enggan menyebutkan nama tersebut.

Baca Juga: Munas Golkar Dipercepat, Ace Hasan: Terlalu Kentara Syahwat Politiknya!

Sebelumnya, Rapat Paripurna DPR RI pada Kamis (5/9) menyetujui revisi UU MD3, terkait jumlah pimpinan MPR RI.

Dalam draf revisi UU MD3 yang beredar, Pasal 15 ayat (1) menyebutkan jumlah pimpinan MPR terdiri atas satu orang ketua dan paling banyak sembilan orang wakil ketua MPR.

Kemudian dalam Pasal 15A ayat (1) menyatakan pimpinan akan dipilih dari dan oleh anggota MPR dalam satu paket yang bersifat tetap yang berasal dari fraksi dan/atau kelompok anggota dalam sidang paripurna. Dalam pasal 15A ayat (3) disebutkan bahwa setiap fraksi dan kelompok anggota dapat mengajukan satu orang bakal calon pimpinan MPR.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Bagaskara Isdiansyah

Berita Terkait: