Akhirnya Jenderal Sambo Ngaku! LPSK Sudah Duga Kebohongan Sejak Awal Kasus Kematian Brigadir J

Headline
Brigadir J dan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo (Dok: Istimewa)

Pantau – Tersangka pembunuhan Brigadir J, Jenderal Ferdy Sambo menyampaikan permohonan maaf karena tidak jujur terkait kronologi kematian Brigadir J. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengatakan sudah menduga adanya kebohongan sejak awal kasus mencuat.

“Kita yang belajar hukum, tiap hari ketemu kasus pasti bisa baca itu yang ganjil dan janggal bisa terlihat. Tapi, kita enggak mau mendahului proses,” kata Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi, Jumat (12/8/2022).

Dirinya menyebut rekayasa itu sudah terlihat sejak awal. Menurutnya, ada dua dugaan dan satu fakta bahwa Brigadir J meninggal.

“Dua dugaan itu pencabulan dan percobaan pembunuhan kalau kita ngomong TKP Duren Tiga tanggal 8 Juli. Satu fakta yang tak terbantahkan adalah pembunuhan,” katanya.

“Yang membuat laporan pencabulan adalah ibu P (Istri Ferdy Sambo). Tapi yang membuat laporan percobaan pembunuhan adalah polisi LP (type) A. Yang menjadi aneh dari keberadaan dua LP itu mengapa polisi tidak menerbitkan LP A untuk pembunuhan padahal pembunuhan itu adalah fakta bahwa J mati ditembak, itu pembunuhan fakta. LP polisi sejak awal bisa inisiatif untuk buat LP A tapi nggak ada yang buat,” katanya.

Kedua laporan yang diusut du awak disebut pelakunya adalah Brigadir J. Padahal, menurut Edwin pembunuhan adalah kasus kriminalitas paling tinggi.

“Dari proses ini yang ganjil dan janggal, diawal tidak ada LP tentang pembunuhan J tapi kok dilakukan autopsi terhadap J. Kalau J itu pelaku ngapain diautopsi? Kan autopsi itu secara hukum untuk membuktikan tentang penyebab kematian si korban dan autopsi itu atas permintaan penyidik. Artinya autopsi sesuatu tindakan pro justicia dan dilakukan untuk membuktikan kenapa nih orang mati,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Ferdy Sambo melalui pengacaranya, Arman Hanis mengungkapkan pengakuan tersebut. Arman membacakan pesan dari kliennya saat ditemui di rumah pribadi Ferdy Sambo di Jl Saguling III, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Izinkan saya sebagai manusia yang tidak lepas dari kekhilafan secara tulus meminta maaf dan memohon maaf sebesar-besarnya, khususnya kepada rekan sejawat Polri beserta keluarga, serta masyarakat luas yang terdampak akibat perbuatan saya yang memberikan informasi yang tidak benar, serta memicu polemik dalam pusaran kasus Duren Tiga yang menimpa saya dan keluarga,” kata Arman menyampaikan pesan Sambo, Kamis (11/8/2022).

Tim Pantau
Editor
Renalya Arinda