Pantau Flash
Desak Presiden Jokowi Mundur, Ruslan Buton Dibawa ke Jakarta
AS Akhiri Hubungan dengan WHO, Trump: Mereka Dikendalikan China
Ada 4.599 Kendaraan Menuju Jakarta Diputarbalik
Polri: Layanan Satpas SIM dan Samsat Dibuka Kembali
Pemkot Surabaya Diharapkan Bisa Beli Mobil PCR Seharga Rp10 Miliar

Akhirnya, Menag Angkat Bicara Soal Larangan Bercadar di UIN Yoyakarta

Akhirnya, Menag Angkat Bicara Soal Larangan Bercadar di UIN Yoyakarta Busana Niqab. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pelarangan cadar bagi mahasiswi di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta merupakan otonomi kampus sehingga Kemenag tidak dapat mengintervensi kebijakan itu.

"Itu adalah otonomi kampus," kata Lukman di Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Lukman mengatakan pihak UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memiliki dasar argumen soal pelarangan cadar.

"UIN menekankan pada program-program akademik yang harus dilakukan secara terukur dan bisa dipertanggungjawabkan. Itu kewenangan penuh kampus," kata dia.

Baca juga: Saat Cendekiawan Muslim Angkat Bicara Soal Larangan Cadar di UIN Yogyakarta

Alasan akademik UIN, kata dia, seperti pertimbangan saat ujian. Apabila mahasiswi menggunakan cadar dikhawatirkan peserta ujian bukan mahasiswi bersangkutan tetapi yang lain, bahkan joki.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa dalam Islam memang terdapat perbedaan pandangan mengenai kewajiban mengenakan cadar. "Terdapat pihak-pihak yang mewajibkan dan ada yang tidak," kata dia.

Atas perbedaan itu, Lukman mengajak umat menunjung toleransi atas perbedaan-perbedaan itu. "Kalau tidak setuju, kita harus hormati itu sebagai keyakinan keagamaan pihak lain," kata dia.

Tim Pantau
Editor
Dera Endah Nirani
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: