Pantau Flash
Kejuaraan Dunia IWAS Diundur Akibat Virus Korona
Ditresnarkoba: China Pemasok Terbesar Narkoba ke Indonesia
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo Jadi Komut BRI
Presiden Jokowi Minta Segera Disiapkan Timnas Basket yang Tangguh
Persebaya Lolos ke Final Piala Gubernur Jatim 2020 Usai Bungkam Arema 4-2

Akibat Blackout, Jumlah Penumpang MRT Bulan Agustus Alami Penurunan

Akibat Blackout, Jumlah Penumpang MRT Bulan Agustus Alami Penurunan MRT Jakarta (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadilah)

Pantau.com - Pemadaman listrik secara massal yang terjadi pada 4 Agustus 2019 lalu, ternyata juga berdampak pada penurunan jumlah penumpang Moda Raya Terpadu (MRT) pada bulan Agustus.

"Kira-kira estimasi ridership (jumlah penumpang) selama Agustus adalah sekitar 82 ribu penumpang per hari. Dibandingkan bulan lalu sebesar 93.165 per hari, jadi ada menurun sekitar  13 persen pada Agustus ini," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar dalam acara Forum Jurnalis di Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Baca juga: Belajar dari Pemadaman Listrik, Menhub Minta KAI-MRT Dukung Pasokan PLN

Menurut William, pemadaman listrik massal pada 4 Agustus yang mengakibatkan sejumlah penumpang MRT terpaksa dievakuasi turut berandil dalam penurunan tersebut.

Ia juga mengungkapkan, pada  4 Agustus atau saat terjadi black out terdapat tujuh rangkaian kereta, empat rangkaian di antaranya tidak berada di platform stasiun sehingga 3.410 penumpang harus dievakuasi.

Selain itu, ujar dia, pada hari nahas tersebut juga ada sebanyak 91 jadwal perjalanan yang batal.

"Efeknya bukan hanya pada Minggu (4 Agustus, saat terjadi pemadaman massal), tetapi juga ridership pada hari-hari berikutnya," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa pada tanggal tersebut, jumlah penumpang MRT hanya mencapai sekitar 29 ribu per hari. Namun demikian, Dirut MRT Jakarta tetap optimistis akan bisa mencapai target yaitu sekitar 100.000 penumpang per hari yang bakal dicapai pada akhir 2019 ini.

Baca juga: Dampak Padamnya Listrik, Rangkaian Kereta MRT Tertahan

Terkait dengan pemadaman listrik, William menegaskan pihaknya telah menyurati PLN meminta kejadian pemadaman listrik massal seperti itu tidak terjadi lagi.

Kata dia, PLN juga telah berkomitmen untuk mendukung keandalan pasokan listrik dengan membuat subsistem ketiga untuk menunjang operasional MRT Jakarta, di luar dua subsistem yang sudah ada sebelumnya. "Kami meminta sistem itu hot standby 24 jam setiap hari," katanya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - TIH
Category
Nasional

Berita Terkait: