Pantau Flash
Polisi Siapkan Skenario One Way-Contraflow Antisipasi Libur Panjang
Total Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Mencapai 392.934 per 26 Oktober
Presiden Jokowi Minta Pengadaan Vaksin COVID-19 Tidak Tergesa-gesa
Ada Rencana Aksi Demo saat Libur Panjang 28-30 Oktober 2020
BPPTKG: Waktu Erupsi Gunung Merapi Semakin Dekat

Akibat Kabut Asap, Ribuan Warga Padang Pariaman Terserang ISPA

Akibat Kabut Asap, Ribuan Warga Padang Pariaman Terserang ISPA Kabut Asap di Kalimantan (Foto: Antara)

Pantau.com - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat mencatat bahwa ada sebanyak 1.700 warga menderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) akibat terpapar asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti daerah tersebut. Jumlah tersebut tercatat sejak 1 hingga 19 September 2019.

"Sedangkan bulan lalu data ISPA mencapai 2.000 orang, ini menunjukkan belum ada kenaikan siginifikan penderita ISPA semenjak kabut asap beberapa pekan ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman Yutiardi Rivai di Parit Malintang, Selasa (24/9/2019)

Baca Juga: Kabut Asap Tak Kunjung Hilang, Gubernur Riau Tetapkan Darurat Pencemaran

Ia mengatakan, jumlah penderita ISPA tersebut didominasi oleh orang dewasa yang mana tingkatan keparahannya berbeda-beda, mulai dari batuk biasa hingga parah. Bhakan menurutnya, warga yang terserang ISPA hingga saat ini belium tersentuh medis.

Kendati begitu, pihaknya selalu meminta warga di daerah itu untuk mengurangi aktifitas di luar rumah guna meminimalisir dampak asap.

"Kami juga telah membagikan masker kepada warga melalui sejumlah organisasi perangkat daerah dan puskesmas," ungkapnya.

Ia menyebutkan hingga saat ini jumlah masker yang telah dibagikan pihaknya kepada warga Padang Pariaman yaitu mencapai 20 ribu buah.

"Semenjak Jumat (13 September) bupati pun juga membuat imbauan agar warga mengurangi aktifitas di luar rumah," ujarnya.

Sementara itu, warga Kecamatan VII Koto Bustanil Arifin mengatakan kedua anaknya sudah memasuki hari kedua dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Pariaman.

Baca Juga: Langit Merah di Jambi Jadi Sorotan Media Asing, Warga Keluhkan Bantuan

"Kedua anak saya batuk-batuk dan dokter menduga ada hubungannya dengan kabut asap," katanya.

Meskipun ia tidak bisa memastikan penyebab batuk kedua anaknya tersebut namun ia berharap kabut asap menghilang.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia