Pantau Flash
Total Positif COVID-19 di Indonesia Capai 965.283 dengan 13.632 Kasus Baru
BMKG Prediksi Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Diguyur Hujan Disertai Petir
BPJS Kesehatan Pantau Pemanfaatan Aplikasi P-Care Vaksinasi COVID-19
Gempa Besar Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara
Mendes PDTT Yakin SDGs Desa Mewujudkan Percepatan Penanganan Pembangunan di Desa

Aktivis Kafani Patung Selamat Datang di Jambi Protes Asap Karhutla

Aktivis Kafani Patung Selamat Datang di Jambi Protes Asap Karhutla Patung Selamat Datang di Jambi yang dipakaikan kain kafan dan masker. (foto: Antara)

Pantau.com - Patung Selamat Datang Sekapur Sirih di jalan protokol Soekarno Hatta, The Hook, Jambi dipakaikan lain kafan juga ditutupi masker. Aksi itu sengaja dilakukan oleh seorang aktivis dari DPD AMTI Provinsi Jambi Tajri Dannur sebagai bentuk protes terhadap bencana kabut asap yang semakin pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyelimuti Kota Jambi.

Tajri Dannur yang juga akrab disapa Memet itu mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes juga kekecewaan kepada pemerintah yang dianggapnya lambat menanggani karhutla hingga terjadinya bencana kabut asap.

"Karena sudah banyak aksi protes dari teman-teman kita melakukan aksi sosial seperti ini, ada yang memang turun ke lapangan untuk ikut memadamkan api dan asap serta ada juga yang memberi masker kepada warga dan saya mengkafani dan memberikan masker ke patung-patung sebagai bentuk protes dan kekecewaan," kata Memet.

Baca juga: Iptu Arif Miftahul Huda Meninggal Usai Memantau Karhutla di Kalteng

Dia juga menjelaskan aksinya dengan tulisan berbunyi biarkan kami yang hidup ini mati asalkan jangan patung ini yang mati. Dalam mengatasi masalah ini pemerintah juga belum bijak untuk mengambil tindakan-tindakan yang kongkrit terhadap perusahaan-perusahaan yang berani membakar lahan yang ada di Provinsi Jambi.

Sementara itu Kota Jambi kini masih berselimut kabut asap yang semakin tebal dan sudah membahayakan akibat Karhutla yang terjadi. Memet juga kembali mengatakan bahwa dalam penanganan kasusnya dinilainya sangat lambat.

"Yang harus kita pikiran saat ini adalah generasi dibawah kita yang organ-organ tubuhnya tidak begitu kuat, maka dari itu saya meminta kepada pemerintah untuk tidak berpangku tangan menyelesaikan kasus asap ini," tegasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Lilis Varwati
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: