Amankan ODGJ, Dua Polisi di Bener Meriah Aceh Malah Dibacok

Headline
Ilustrasi: Garis polisi (pixabay.com)Ilustrasi: Garis polisi (pixabay.com)

Pantau – Dua anggota kepolisian dari Polsek Bandar Bener Meriah, Aceh, terluka karena dibacok oleh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) saat akan mengamankan ODGJ yang mengamuk.

“Kedua personel yang menjadi korban pembacokan oleh ODGJ tersebut ialah Aipda Wahidin dan Bripka M Amin keduanya merupakan Personel Polsek Bandar Polres Bener Meriah,” ujar Kapolres Bener Meriah, AKBP Indra Novianto, kepada wartawan, Kamis (17/11/2022).

Kejadian ini terjadi di Desa Pondok Gajah, pada Kamis siang kemarin. Tiga anggota Polsek Bandar menuju lokasi kejadian setelah mendapat laporan bahwa ada ODGJ yang mengamuk.

Kemudian sesampainya di lokasi, polisi melihat ODGJ berinisial R dapat diajak komunikasi dan menunjukkan sikap normal. Beberapa saat setelahnya, R meminta izin masuk ke dalam rumahnya dan lalu keluar dengan membawa sebilah parang lalu mengayunkan parang tersebut ke arah kakak kandungnya yang saat itu juga di lokasi.

“Melihat kejadian tersebut, personel langsung bergegas mengamankan ODGJ itu. Namun pada saat hendak mengamankan kedua personel terkena tebasan parang yang mengenai Kepala Bripka M. Amin dan lengan sebelah kiri Aipda Wahidin. Keduanya kemudian dibawa ke Puskesmas Bandar untuk mendapatkan perawatan medis,” jelas Indra.

Setelah membacok kedua polisi itu, R langsung melarikan diri. Tetapi kini R sudah berhasil diamankan petugas. R diamankan pada Kamis malam sekitar 19.45 WIB setelah melakukan pencarian bersama masyarakat.

“Setelah bernegosiasi maka sekira pukul 19.45 WIB, R dapat diamankan tanpa adanya perlawanan,” katanya.

R merupakan warga Kampung Wih Resap, Kecamatan Mesida, Kabupaten Bener Meriah yang tinggal sementara di Desa Pondok Gajah itu setalah diamankan kemudian dievakuasi ke rumah sakit.

“Selanjutnya ODGJ langsung dievakuasi ke RSUD Munyang Kute dengan menggunakan mobil ambulans UPTD Puskesmas Bandar,” ucap Indra.

Baca Juga: Ratusan Rumah Warga Terendam Banjir di Mukomuko Bengkulu

Tim Pantau
Editor
Firdha Rizki Amalia