Pantau Flash
Alami Pneumonia Akibat Korona, Musisi jazz Ellis Marsalis Meninggal Dunia
WP KPK Tolak Wacana Pembebasan Napi Koruptor Dampak Pandemi Korona
Penanganan COVID-19 di Jakarta Disebut Lebih Baik dari Jabar dan Banten
PSI pada Jokowi: Mudik Harus Dilarang, Kalau Imbauan Saja Tak Akan Efektif
Update COVID-19 3 April: 1.986 Kasus Positif, 134 Sembuh, 181 Meninggal

Amien Rais: Saya Syok Ratna Dianiaya, Makanya Saya Cari Pak Prabowo

Amien Rais: Saya Syok Ratna Dianiaya, Makanya Saya Cari Pak Prabowo Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais (tengah) (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Pantau.com - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengaku syok saat pertama kali dapat kabar penganiyaan terhadap Ratna Sarumpaet. Begitu mendengar kabar tersebut, Amien mengatakan dirinya langsung mencari Ketua Umum partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Saya juga syok. Mungkinkah seorang tokoh aktivis perempuan telah dianiaya dekat Bandara? Saya sudah berpikir begitu, makanya saya mencari pak Prabowo," kata Amien saat bersaksi dipersidangan kasus penyebaran berita bohong dan keonaran Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/3/2019).

Baca juga: Momen Ratna Sarumpaet Salami Amien Rais dan Sampaikan Permintaan Maaf

Amien mengatakan dirinya pertama kali tahu soal kabar penganiayaan itu melalui pemberitaan diportal detikcom para 2 Oktober 2018, pagi hari. Kemudian Amien juga melihat video di YouTube yang menampilkan wajah lebam Ratna.

"Keadaan wajahnya seperti penganiayaan berat. Saya hubungi teman-teman Gerindra langsung mau ketemu pak Prabowo. Apakah sudah tahu salah satu anggota timses dianiaya? Kemudian saya di beritahu bahwa pak Prabowo sudah mengetahui dan akan menjenguk di Nusantara Boulevard," papar Amien.

Sore harinya, Amien mengaku datang lebih dulu menjenguk Ratna sebelum akhirnya disusul Prabowo. Dalam pertemuan itu keduanya menanyakan peristiwa yang dialami Ratna.

Baca juga: Ditanya Keterlibatannya di Kasus Ratna, Amien Rais: Gak Perlu Tahu! 

Menurut Amien, ketika itu kondisi Ratna seperti tertekan dan tidak bisa bicara lancar karena ada gangguan di rahang.

"Mba Ratna mengatakan ada penganiayaan di Bandung beberapa ratus meter dari airport. Karena itu, hati itu juga kita agak kaget. Lantas membuat konpers di Kertanegara saya mendampingi, ada 5-7orang. Imbauan agar kasus menimpa Ratna mendapat penanganan sesuai proses hukum yang berlaku," paparnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Lilis Varwati

Berita Terkait: