Pantau Flash
Kapolsek Parigi Perkosa Anak Tersangka, Kapolda Sulteng Minta Maaf
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan

Amien Rais: Tunda Pemindahan Ibu Kota, Fokus Selesaikan Papua!

Amien Rais: Tunda Pemindahan Ibu Kota, Fokus Selesaikan Papua! Amien Rais (Foto: Antara)

Pantau.com - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais meminta Presiden Joko Widodo untuk menunda kebijakan memindahkan ibu kota ke Pulau Kalimantan. Menurutnya, ada yang lebih penting dari kebijakan tersebut yakni menyelesaikan gejolak yang terjadi di Tanah Papua.

"Hati-hati, masukan saya tulus ikhlas buat Jokowi-Ma'ruf. Saya minta, tunda kebijakan ibu kota. Ada yang lebih mendesak yaitu kemarin kita sadar ada weak up call, tersadarkan bahwa di Papua dan Papua Barat ada sebuah gejolak, fenomena amat sangat memprihatinkan, dan ini harus didahulukan untuk diselsaikan Jokowi dan teman-teman," kata Amien di acara HUT PAN ke 21, Jakarta Utara, Jumat (23/8/2019).

Baca Juga: PAN Mengaku Belum Ada Tawaran Bergabung ke Pemerintahan Jokowi

Amien menegaskan bahwa permasalahan yang terjadi di Papua tidak boleh dianggap enteng. Ia menyinggung perpecahan yang terjadi Uni Soviet pada tahun 1989.

"NKRI jangan main-main, jangan main-main," ungkapnya.

Ia mengingatkan dalam permasalahan rasialisme tidak boleh dianggap main-main lantaran merupakan tidakan yang tak beradab.

"Saya tidak katakan salah benar tapi jangan terlambat. Kalau sudah bubur enggak bisa jadi nasi," tuturnya.

Baca Juga: Amien Rais Bikin Surat untuk PAN, Tegaskan Jadi Oposisi Lebih Bermartabat

Untuk itu, mantan Ketua MPR RI itu meminta Jokowi untuk menunda dulu rencana memindahkan ibu kota. Sebab, Amien mengaku terus mengikuti perkembangan Papua dari waktu ke waktu.

"Apalagi saya ikuti waktu ke waktu karena campur tangan luar negeri udah kentara," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: