Pantau Flash
Menuju 'New Normal', Magelang Akan Perketat Protokol Kesehatan
Tercatat Ada 1.502 Pelanggar Selama PSBB Bogor
Pembatasan Virus Korona Berkurang, Harga Minyak Dunia Naik
Ekonomi Dunia Kembali Dibuka, Dolar AS Tergelincir
Jepang Jalani 'The New Normal' Usai Status Darurat COVID-19 Dicabut

Amnesti Internasional AS Beri Dukungan KPK Usut Teror Novel Baswedan

Amnesti Internasional AS Beri Dukungan KPK Usut Teror Novel Baswedan Perwakilan Amnesti Internasional di KPK (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat bantuan dukungan dari tim advokasi Amnesti Internasional Amerika Serikat untuk wilayah Asia Pasifik dalam pengusutan kasus teror terhadap Novel Baswedan.

Bentuk dukungan itu disampaikan langsung melalui Advokasi Manager Amnesti Internasional untuk kawasan Asia Pasifik Fransisco Bencosme saat berkunjung ke Gedung KPK di Jakarta, Jumat (26/4/2019). 

Baca juga: Ditanya Soal Kasus Teror Novel Baswedan, Ini Jawaban Menohok Jokowi

"Kedatangan amnesti internasional Amerika serikat datang ke KPK adalah untuk membantu proses penyelidikan kasus teror yang dialami penyidik senior Novel Baswedan," kata Fransisco di Gedung KPK, Jl. Kuningan Mulia, Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Menurutnya, langkah politik pemerintah Indonesia dalam kepemimpinan presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini tengah mengkhawatirkan. Fransisco menilai komitmen pemberantasan korupsi belum berhasil dilaksanakan.

Dalam membantu kasus Novel, Fransisco menjelaskan Amnesti Internasional akan menggunakan jalur negosiasi melalui pihak-pihak pengambil kebijakan di Amerika Serikat.

"Dalam hal ini kami punya akses kepada pengambil kebijakan di Amerika Serikat melalui jalur kongres, jalur parlementer, untuk mengutamakan apa yang terjadi dalam situasi yg terjadi oleh Novel dan KPK di Indonesia," ucapnya.

Sementara itu Novel Baswedan berharap dengan dukungan dari Amnesti Internasional diharapkan bisa lebih mendesak pemerintah Indonesia untuk memprioritaskan pengungkapan serangan terhadap pegawai KPK.

Baca juga: 2 Tahun Teror Novel Baswedan, Aktivis Anti Korupsi Gelar Aksi di KPK

"Karena membiarkan teror itu terjadi sama saja menyetujui ke depan masih ada teror lagi. Tentu ini satu hal buruk dan berbahaya. Dengan desakan dari dunia internasional, kita harap ke depan pemerintah jadikan ini hal yang penting dalam prioritasnya mengungkap kasus ini," katanya.

Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Lilis Varwati

Berita Terkait: