Pantau Flash
Luhut Klaim Sektor Pariwisata Bisa Pulih dalam 10 Bulan Akibat COVID-19
Kemnaker: Ada 1,7 Pekerja Terdampak Pandemi COVID-19
Kemenkes Tegaskan Imunisasi Harus Jalan Selama Pandemi Korona
Jusuf Kalla: Fatwa MUI DKI 2001 Perbolehkan Salat Jumat 2 Gelombang
Gugus Tugas: Skema Herd Immunity Butuh Waktu yang Lama

Anak Buahnya Kena OTT, Begini Komentar Bupati Bogor

Anak Buahnya Kena OTT, Begini Komentar Bupati Bogor Bupati Bogor Jawa Barat, Ade Yasin. (Foto: Antara/M Fikri Setiawan)

Pantau.com - Bupati Bogor Ade Yasin mengaku belum menerima laporan resmi terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dialami anak buahnya, Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Irianto.

"Dibawa ke Kantor Polres Bogor dan sekarang masih proses pemeriksaan. Secara lengkap belum terima keterangan resmi dari Polres Bogor," ujar Ade di Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/3/2020).

Baca juga: Mantan Bupati Bogor Nurhayanti Dipanggil KPK Terkait Kasus Gratifikasi

Padahal, saat OTT berlangsung di DPKPP pada Selasa 3 Maret 2020 siang, ia tengah bersama Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy, melakukan peninjauan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor.

"Sebelumnya (di RSUD Cibinong) kapolres gak bilang apa-apa," kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Kendati begitu, pihaknya akan memberikan hak bantuan hukum untuk Sekretaris DPKPP Kabupaten Bogor, Irianto, setelah terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Polres Bogor, pada Selasa.

"Beliau kan masih ASN, di kita ada bagian bankum (bantuan hukum), nanti bankum yang dampingi. Haknya tetap kita berikan untuk menerima bantuan hukum," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Benny Cahyadi memimpin penangkapan Irianto di Kantor DPKPP, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa 3 Maret 2020 sekitar pukul 16.00 WIB. Benny menggelandang Irianto yang mengenakan seragam PNS, lengkap dengan empat kantong uang, dan beberapa kardus barang bukti lainnya.

Barang bukti berupa uang yang diamankan itu dibungkus menggunakan empat kantong berbahan kertas warna cokelat. Semua barang bukti diangkut menggunakan mobil, sedangkan Irianto satu mobil dengan Benny menggunakan mobil dinas dengan pelat merah bernomor F-1554-F.

Setibanya di Kantor Polres Bogor, Irianto dan Benny memasuki ruang pemeriksaan di gedung Satreskrim.

Baca juga: Geramnya Bupati Bogor, Masjid Rp21 Miliar Baru Setahun Sudah Rusak

"Kita sedang lakukan pemeriksaan dulu sekarang. Nanti hasilnya akan segera diinformasikan," ujar Benny.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: