Pantau Flash
Bio Farma Soal Vaksin Rusia: Tidak Mengikuti Kaidah Ilmiah untuk Registrasi
Sebanyak 38 Orang di DPRD Jawa Barat Terinfeksi COVID-19
Bareskrim Polri Tetapkan Djoko Tjandra sebagai Tersangka Surat Jalan Palsu
Dua Pejabat Polri Jadi Tersangka Kasus Surat Jalan Djoko Tjandra
Selamat! 167.653 Peserta Lolos SBMPTN 2020

Angka Kehamilan di Padang Masih Aman Selama Pandemi COVID-19

Angka Kehamilan di Padang Masih Aman Selama Pandemi COVID-19 Ilustrasi kehamilan. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Dinas Kesehatan Kota Padang, Sumbar, memastikan angka kehamilan selama pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) dalam tiga bulan terakhir relatif terkendali kendati diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Meski dalam tiga bulan terakhir warga lebih banyak berdiam di rumah, dari data yang dihimpun hingga puskesmas tidak terjadi lonjakan jumlah ibu hamil," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani Hamid di Padang, Kamis (2/7/2020).

Menurut dia terkendalinya angka kehamilan baru juga merupakan salah satu indikasi keberhasilan Program Keluarga Berencana di Padang. Ia menyebutkan dalam setahun di Padang jumlah kehamilan mencapai 18 ribu orang.

Baca juga: Gugus Tugas: Ada 53 Daerah dengan Risiko Kenaikan Tinggi COVID-19

"Berbeda dengan daerah lain yang mengalami lonjakan, di Padang relatif stabil sampai bulan ini," kata dia.

Feri menyampaikan akseptor KB di Padang lebih banyak memakai alat jangka panjang seperti IUD atau spiral dan inplan. Kalau memakai KB suntik setiap satu bulan atau tiga bulan akan berpengaruh terhadap angka kehamilan karena warga tidak keluar rumah.

Pada sisi lain untuk meningkatkan pelayanan jajaran di Puskesmas Andalas menciptakan inovasi berupa aplikasi ayo chating layanan khusus untuk ibu hamil, bayi dan balita melalui telepon pintar

Baca juga: Bupati Bogor Cari Pihak yang 'Amankan' Konser Rhoma Irama di Pamijahan

Aplikasi ini untuk mengetahui tumbuh kembang bayi, balita dan ibu hamil sehingga tidak perlu melakukan kontak langsung dengan petugas.

Penggunaannya juga mudah cukup mengunduh di playstore kemudian memakainya dan jika perlu ada komunikasi dengan petugas dilanjutkan lewat chating.

Kemudian bila ada hal yang perlu diperiksa secara langsung yang mengharuskan pasien ke puskesmas baru melakukan kunjungan secara langsung.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta