Anies Bahas Polusi Buruk Jakarta, PSI: Kalau Cuma Menyalahkan, Semua Juga Bisa

Headline
Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Anggara Wicitra (Foto: Instagram)Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Anggara Wicitra (Foto: Instagram)

Pantau – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahas polusi Jakarta berada diposisi terburuk dunia dengan menyinggung polusi udara tak kenal administrasi. PSI menyebut Pemprov DKI Jakarta harusnya merangkul wilayah, bukan malah menyalahkan.

“Harusnya jakarta merangkul wilayah, dibanding wilayah lainnya Jakarta itu punya kemampuan fisikal yang lebih baik. Kalau hanya menyalahkan ya semua juga bisa. Katanya Jakarta Kolaborasi, tunjukkan. Jakarta perlu berkolaborasi dengan kota penyangga,” kata Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra, Rabu (23/6/2022).

Menurutnya permasalahan polusi udara di Jakarta harus diselesaikan dengan dewasa. Ia meminta harus ada penekanan ego sektoral dan teritoral yang serius oleh kepala daerah DKI Jakarta dan sekitarnya terkait persoalan tersebut.

“Perlu kedewasaan kepala daerah dalam menenekan ego sektoral dan teritorial dalam permasalahan ini. Mendengar jawaban Pak Anies, saya jadi bertanya-tanya apakah selama ini pernah melakukan sinergi dan kolaborasi dengan daerah-daerah sekitar Jakarta terkait permasalah polusi udara?,” katanya.

Selain itu, ia juga menyinggung polusi udara ini berkaitan dengan program DP Nol Anies Baswedan. Lantaran banyak warga yang tinggal di wilayah Bodetabek yang terpaksa harus menggunakan kendaraan pribadi untuk bekerja di Jakarta.

“Karena ga punya tempat tinggal terjangkau di Jakarta. Harusnya program DP Nol bisa lebih masif dan dikerjakan serius, sehingga bisa menekan angka warga yang menggunakan kendaran pribadi. Nah, polusi yang berasal dari kendaraan bisa ditekan. Kalau emang DP Nol tidak berjalan, ya harusnya ada pembangunan angkutan umum yang merata sampai ke Bodetabek,” ucap Anggara.

Sebelumnya, Anies membahas kualitas udara Jakarta yang buruk belakangan ini. Dirinya juga membahas tentang faktor pemicunya.

“Bila kondisinya itu teburuk 2 bulan setiap hari, berarti ada yang salah di kota ini. Tapi, jika ada satu hari buruk sekali, kemudian hari berikutnya kembali seperti normalnya Jakarta. Mesti ada sebuah peristiwa yang terjadi hari itu,” kata Anies di Monumen Nasional, Rabu (22/6/2022).

Kemudian ia juga menekankan penilaian kualitas udara tidak bisa dilakukan berdasarkan satu wilayah. Karena menurutnya, udara juga bergerak ke berbagai wilayah.

“Perlu kita lihat kualitas udara tidak ada pembatasan administrasinya, tidak ada. Jadi ada memang emisi dari dalam kota, tapi juga ada pergerakan dari berbagai wilayah,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan data resmi IQ Air di Jakarta, kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat karena konsentrasi PM2.5 saat ini 27,4 kali dari nilai pedoman kualitas udara tahunan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Konsentrasi PM2.5 di Jakarta berada pada angka 136,9 gram per meter kubik.

Mengacu pada materi mikroskopis yang berdiameter 2,5 mikrometer atau kurang, kualitas udara dengan konsentrasi PM2.5 menimbulkan berbagai efek merugikan untuk manusia dan lingkungan.

Sebagaimana yang dilansir dari Antara, Senin (20/6/22). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa konsentrasi PM2.5 yang tinggi di Jakarta dipengaruhi oleh berbagai sumber emisi baik yang berasal dari sumber lokal, seperti transportasi dan residensial, maupun dari sumber regional dari kawasan industri dekat dengan Jakarta.

Tim Pantau
Reporter
Renalya Arinda