Pantau Flash
Kimi Raikkonen Tercepat di Hari Kedua Uji Coba Barcelona
Pemerintah Optimistis Investasi Listrik Meningkat 39 Miliar Dolar
Erick Thohir Berencana Tutup 5 Anak Usaha Garuda Indonesia
BI Targetkan Pertumbuhan Kredit 2020 di Kisaran 9-11 Persen
11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu Akan Rampung di 2020

Anies Baswedan Politisasi Banjir Jakarta?

Headline
Anies Baswedan Politisasi Banjir Jakarta? Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (jongkok) dalam kegiatan kerja bakti di lapangan dan jalan sekitar Mts 34 Jalan Kerja Bakti, Kelurahan Kampung Makasar, Jakarta Timur, Minggu (5/1/2020). (Foto: Antara/Ricky Prayoga)

Pantau.com - Peneliti Populi Center, Jefrie Ardiansyah, menilai Gubernur DKI Anies Baswedan mempolitisasi bencana banjir untuk keperluan menaikkan elektabilitas ketimbang fokus berbicara konkret soal pengendalian banjir.

Jefrie pun menilai sikap Anies dengan tidak menyampaikan langkah rasional pengendalian banjir, misalnya pembuatan situ, waduk, atau tuntasnya pengerjaan naturalisasi yang digaungkannya.

"Dia hanya sibuk menjawab keluhan netizen dan pernyataan yang menurut dia merugikan secara politis. Justru Anies sendiri yang mempolitisasi banjir itu sendiri," kata Jefrie di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Baca juga: Kubu Pendukung Anies Tersulut Emosi Gara-gara Kabar Hoax Ada yang Luka

Ia menyoroti sejumlah pernyataan Anies kepada media saat mengunjungi kawasan terdampak banjir, seperti anak kecil senang saat ada banjir, memerintahkan pihak kelurahan untuk berkeliling memberikan peringatan dini terjadinya banjir menggunakan toa pengeras suara.

Menurut Jefri, seharusnya Anies memberi pernyataan yang lebih konkret, seperti rencana akan membuat waduk atau memperbarui mesin pompa yang ada di Jakarta.

Baca juga: Abu Janda pada Anies: Yang Diinginkan Warga DKI Bukan Pencitraan

Kebijakan-kebijakan baik terdahulu yang dianggapnya berseberangan dengan kepentingan di kalangannya sendiri, akan sangat dihindari Anies demi menunjukkan citranya yang berbeda dari pemimpin lainnya di mata publik.

"Anies justru terjebak dalam eksluvitas populisme. Dia selalu keluarkan statement yang berseberangan dengan pihak yang berseberangan dengannya. Padahal (pemilihsn presiden) 2024 masih jauh," tandasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: