Anies Ubah 22 Nama Jalan di Jakarta, Bagaimana Nasib KTP Warga?

Headline
Papan jalan Bang Pitung di kawasan Rawa Belong, Pal Merah, Jakarta Barat, Senin, (21/6/2022) ANTARA / Walda

Pantau.com – Sebanyak 22 nama jalan di DKI Jakarta telah resmi diubah oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Lantas, bagaimana nasib data warga dalam KTP?

Melalui Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakhrulloh, Kementerian dalam Negeri (Kemendagri) pada Kamis (23/6/2022), menjelaskan bahwa warga yang tinggal di alamat yang namanya diganti, perlu memperbaharui data kependudukannya.

Hal ini karena perubahan data wilayah berkaitan dengan perubahan data administrasi kependudukan warga.

“Seperti di DKI, itu kalau ada perubahan nama jalan, KK kita buat yang baru, KTP dibuat yang baru, kartu identitas dibuat yang baru,” kata Zudan.

Terkait hal ini, Kemendagri, kata Zudan,  sudah memikirkan perubahan ini dengan baik dan matang. Sehingga pihaknya akan menyokong dengan penuh segala kebutuhan dan fasilitas yang yang berhubungan dengan administrasi kependudukan.

“Seperti DKI kami membackup penuh nanti DKI memerlukan apa, perlu didukung fasilitas apa blanko KTP dari pusat akan mendukung itu,” jelas Zudan.

Masyarakat tidak perlu khawatir karena perubahan data kependudukan ini tidak memerlukan pengantar dari RT/RW setempat.

Selain itu, untuk warga yang memerlukan perubahan data identitas kependudukan akan dijemput bola oleh petugas Dukcapil tanpa dipungut biaya.

“Nanti tugasnya jemput bola datang ke RT, datang ke RW. Atau kalau pas gak ketemu, masyarakatnya ke Disdukcapil langsung diberikan dokumen yang baru,” jelasnya.

“Masyarakat gak perlu bawa pengantar RT/RW. Datang aja ke Dukcapil, beritahu ‘Pak, dulu saya alamatnya di sini,’ nanti diprint out kan ke alamat yang baru, KTP nya, KK nya untuk anak-anak KIA nya,” sambungnya.

Perubahan ini, menurut Zudan, merupakan hal biasa dalam praktik tata kelola pemerintahan.

Zudan menjelaskan contoh-contohnya, “Contoh pemekaran desa, pemekaran kecamatan, pemekaran kabupaten, pemekaran provinsi itu namanya perubahan wilayah. Kemudian sekup yang lebih kecil itu perubahan nama jalan. Yang besar kita lakukan pemekaran provinsi di Kaltara (Kalimantan Utara), yang dekat di Jakarta Jawa Barat menjadi Banten. Kemudian kalau yang kecil-keci pemekaran kelurahan, kecamatan banyak sekali,” jelasnya.

Tim Pantau