Pantau Flash
Mahfud MD Sampaikan Penundaan RUU HIP ke DPR Kamis Besok
Firli Bahuri: Berdasarkan UU, KPK Berwenang Awasi Tim Pemburu Korupsi
Kapolri Copot Jabatan Brigjen Prasetijo Buntut Surat Jalan Djoko Tjandra
Tangani COVID-19, Kemenkeu Berikan Dana Gugus Tugas Rp3,4 Triliun
JK Prediksi Positif COVID-19 di Tanah Air Tembus 120.000 saat HUT RI ke-75

Apa Kabar Kasus Novel Baswedan? Begini Jawaban Polisi

Headline
Apa Kabar Kasus Novel Baswedan? Begini Jawaban Polisi Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono memastikan bahwa Tim Teknis masih bekerja untuk menguak pelaku dalam kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Selain mengumpulkan alat bukti, penyidik juga masih mendalami bukti-bukti yang ada. 

Baca juga: Rapat Perdana dengan Komisi III, Begini Pemaparan Kapolri Soal Kasus Novel

"Tetap bekerja mencari siapa pelakunya dan mengumpulkan semua alat bukti," kata Brigjen Argo Yuwono di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan penyidik soal berakhirnya tenggat waktu masa kerja Tim Teknis.

"Nanti akan dikomunikasikan dengan tim penyidik hasilnya seperti apa," ungkapnya.

Berdasarkan perintah Presiden Joko Widodo, Tim Teknis kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan diberikan tenggat waktu tiga bulan untuk bekerja, yakni di awal Agustus hingga Oktober 2019.

Namun demikian, hingga saat ini Polri belum mengungkap hasil yang didapatkan oleh Tim Teknis.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal sebelumnya mengklaim bahwa ada kemajuan signifikan dari hasil kerja Tim Teknis. Kendati demikian, Polri belum pernah menjelaskan hasil signifikan dari kerja tim yang beranggotakan puluhan anggota terbaik Polri tersebut.

Baca juga: Cerita Menegangkan Tetangga Novel Baswedan Usai Penyiraman Air Keras

Tim Teknis dibentuk berdasarkan rekomendasi dari Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Novel yang telah mengumpulkan fakta soal kasus itu selama enam bulan masa kerja.

TPF menyebut motif penyerangan terhadap Novel diduga karena sakit hati dan balas dendam dari seseorang yang kasusnya pernah ditangani Novel.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: