ART di Bandung Barat Disiksa Menggunakan Gagang Sapu, Peniti dan Alat Dapur

Ilustrasi (Foto: Pixabay)Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau – Asisten Rumah Tangga (ART) yang berasal dari Garut, Jawa Barat, berinisial Rohimah (29) diduga disiksa majikannya menggunakan panci, peniti, centong nasi dan masih banyak lagi.

Rohimah disekap oleh majikannya sekitar tiga bulan. Bahkan selama bekerja, rohimah hanya mendapat satu kali gajinya yakni Rp1.500.000.

Ia berhasil lolos dari perbuatan majikannya berkat pertolongan warga sekitar di Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

“Pengakuannya, kalau salah dalam bekerja sering dipukul pakai centong, ditusuk peniti, atau oleh benda lainnya,” ucap Kepala Desa Cilame, Aas Mohamad Asor, Senin (31/10/2022).

Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti yang dipakai tersangka Yulio Kristian (29) dan Loura Francilia dalam menyiksa asisten rumah tangga (ART), Rohimah.

Barang bukti itu mulai dari sapu dengan gagang alumunium, teflon, panci, ember, peniti, dan perabot dapur lainnya.

“Ini yang pasti barang bukti diamankan dari rumah tersangka karena terkait tindak pidana tersebut,” ujar Niko N Adiputra saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Senin (31/10/2022).

Niko mengatakan Rohimah mengalami luka di sekujur tubuhnya. Setelah dilakukan visum, ada bekas luka penganiayaan di bagian wajah, lengan, dan punggung.

“Korban selalu dianiaya dengan tangan kosong maupun dengan perabot rumah tangga yang sudah kita amankan. Ada beberapa luka seperti lebam di wajah dekat mata, di kedua lengan, dan punggung,” kata Niko.

Yulio dan Loura melakukan tindak kekerasan dan penyekapan terhadap korban Rohimah selama tiga bulan belakangan. Sementara korban diketahui menjadi ART baru selama lima bulan.

“Kejadiannya dari Agustus sampai Oktober. Jadi mereka ini selama itu berulang kali melakukan penyiksaan terhadap korban, bentuknya apa saja kita masih dalami dan nanti disampaikan waktu per waktu,” kata Niko.

Hal ini terungkap karena pertolongan warga setempat mendobrak paksa sebuah rumah di Komplek Bukit Permata, Sabtu (29/10/2022).

Sejumlah warga didampingi anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa mendobrak pintu rumah tersebut dengan mencongkel daun pintu menggunakan linggis.

Tim Pantau
Penulis
Desi Wahyuni