Pantau Flash
Baleg DPR Agendakan Raker dengan Pemerintah Sebelum Bahas RUU Ciptaker
PSBB DKI Jakarta Berlaku Mulai Jumat 10 April 2020
Laboratorium Rapid Test PCR Korona RSPAD Gatot Soebroto Segera Beropersi
Pemerintah: 14.354 Spesimen Telah Diperiksa untuk Deteksi COVID-19
Menkeu: 11,9 Juta Nasabah KUR Dapat Penundaan Cicilan Pokok dan Bunga

Aulia Kesuma Ganti Pengacara, Apa Alasannya?

Aulia Kesuma Ganti Pengacara, Apa Alasannya? Aulia Kesuma (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Terdakwa kasus pembunuhan terhadap suami dan anak tirinya, Aulia Kesuma (45) mengganti kuasa hukum. Wanita itu menunjuk Firman Chandra sebagai pengacaranya yang baru dalam menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sigit Hendradi saat dikonfirmasi Selasa membenarkan adanya pergantian kuasa hukum dari pihak terdakwa pada sidang pemeriksaan saksi yang berlangsung Senin (17/2) kemarin.

"Pengacara sebelumnya bernama Alamsyah Rambe, kemarin juga hadir tapi dia tidak punya hak berbicara dalam persidangan karena kuasanya sudah dicabut oleh Aulia," kata Sigit.

Baca juga: Aulia Kesuma Dikenal Emosional, Sering Bikin Piring Beterbangan

Sigit menyebutkan, dalam aturan seorang terdakwa dengan ancaman hukuman sembilan tahun ke atas wajib didampingi oleh pengacara. Apabila terdakwa tidak mampu untuk menyewa pengacara dapat mengatakan ke majelis hakim maka pengadilan akan menunjuk kuasa hukum yang ditanggung oleh negara, yakni Posbakum atau Pos Bantuan Hukum maupun Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

Sementara itu, terdakwa bisa menunjuk sendiri kuasa hukumnya seperti yang dilakukan oleh Aulia Kesuma. "Aulia Kesuma menunjuk sendiri kuasa hukumnya," kata Sigit.

Sementara itu, dalam persidangan pemeriksaan saksi yang berlangsung Senin, kuasa hukum Aulia yang baru, yakni Firman Chandra sempat mengajukan permohonan agar sidang ditunda lantaran ada pergantian kuasa hukum. Pihaknya juga belum menerima salinan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari Kepolisian

Firman beralasan kurang komprehensif mengajukan pertanyaan kepada saksi saat persidangan karena belum memiliki salinan BAP. Namun hakim ketua Suharno menolak permintaan tersebut karena kuasa hukum sebelumnya menyatakan tidak meminta salinan BAP sehingga sidang tetap dilanjutkan.

Hal menarik terjadi saat kuasa hukum sebelumnya, Alamsyah Rambe sempat ingin mengajukan pertanyaan kepada saksi. Namun permohonan tersebut ditolak oleh JPU karena  status kuasa hukum tersebut telah dicabut.

Lalu terjadi argumentasi antara Alamsyah dengan majelis hakim. Alamsyah mengaku bahwa status kuasa hukum adalah penambahan bukan pencabutan.

Sementara kuasa hukum baru Aulia, yakni Firman Chandra dalam persidangan mengatakan adanya pencabutan kuasa hukum dan nanti dalam subsider akan ada penambahan.

Atas dasar aturan tersebut, Alamasyah sebagai kuasa hukum yang lama tidak punya hak untuk hadir dan mengikuti persidangan. Namun yang bersangkutan tetap berada di ruang sidang hingga persidangan selesai.

Firman Chandra saat dikonfirmasi usai persidangan mengatakan pihaknya mendapat kuasa dari Aulia Kesuma sebagai kuasa hukumnya. Surat kuasa tersebut baru ditandatangani oleh Aulia pada Jumat (14/2) pukul 10.00 WIB dan Geovanni Kelvin baru menandatangani sekitar pukul 14.00 WIB.

"Kami baru mendaftarkan surat kuasa Senin pagi karena Sabtu, Minggu libur," kata Firman yang mengatasnamakan dirinya dari Lembakum Indonesia.

Baca juga: Terungkap! Sebelum Bunuh Suami, Aulia Kesuma Pernah Minta Akta Waris

Sekjen Lembakum Indonesia, Aulia Taswin menambahkan, alasan mereka menangani kasus pembunuhan bapak dan anak tiri tersebut karena melihat kasus tersebut menarik.

"Kasus ini memang menarik. Kasus pembunuhan kebanyakan harus punya nyali, pengacara atau advokat tidak punya nyali harus mundur. Kita Lembakun Indonesia dipimpin Pak Firman Chandra melihat punya nyali, keberanian untuk mengambil kasus ini," kata Aulia.

Pada sidang perdana pembacaan dakwaan Senin (10/2) sempat ada insiden pemukulan yang dilakukan oleh keluarga korban kepada terdakwa Geovanni Kelvin, yakni anak Aulia.

Kuatnya intervensi dari keluarga korban Pupung Sadili membuat kuasa hukum pertama keberatan menangani kasus pembunuhan bapak dan anak tiri tersebut.

Selain mendampingi dan memberikan pembelaan kepada Aulia Kesuma dan anaknya, Lembakum Indonesia juga memberikan pengawalan terhadap terdakwa selama persidangan berlangsung dengan mengerahkan sekitar 15 anggota yang mengenakan pakaian, seperti petugas Imigrasi dengan banyak lencana di pasang di bajunya, berikut dengan pangkat-pangkat di pundaknya.

"Kita bukan, misalnya, disamakan dengan kerajaan-kerajaan yang baru itu, kan lagi heboh tu. Nah kita beda dengan 'King Of The King', 'Sunda Empire' meskipun ini(lencana) ramai banyak pangkat-pangkatnya," kata Firman.

Aulia Kesuma dan Geovanni Kelvin, terdakwa pembunuhan terhadap Edi Candra Purnama (54) alias Pupung Sedili dan anaknya Muhammad Adi Pradana (23) alias Dana pada Agustus 2019.

Pupung dan Dana merupakan suami dan anak tiri Aulia yang dibunuh dengan cara diracuni lalu jenazahnya dimasukkan ke dalam mobil dan dibuang bersama mobil yang dibakar di kawasan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat.

Selain Aulia dan Geovanni terdapat lima orang tersangka lainnya  yakni dua eksekutor yang disewa Aulia membantu pembunuhan dan tiga orang yang mantan pembantunya yang ikut merencanakan pembunuhan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: