Pantau Flash
6 Direktur Barcelona Mundur Imbas Konflik Internal
Gunung Merapi Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Mencapai 3.000 Meter
Kasus Positif Korona Jakarta Capai 1.719: 155 Meninggal dan 82 Sembuh
Derby della Madoninna Pindah ke Lapangan Virtual
Bamsoet Minta Masyarakat Kerja Sama dengan Pemerintah Guna Atasi Korona

Azis Syamsuddin Sarankan RUU Ciptaker Dibahas di Baleg

Azis Syamsuddin Sarankan RUU Ciptaker Dibahas di Baleg Gedung DPR (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin, mengatakan, dirinya lebih condong agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja dibahas di Badan Legislasi (Baleg) DPR karena kontennya bisa dibahas secara komprehensif.

"Tapi kecondongannya saya lebih condong (dibahas) di Baleg. Karena kapasitas dan kontennya bisa dibahas secara komprehensif walaupun mekanisme baleg itu harmonisasi dan sinkronisasi terhadap suatu UU," kata Azis di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Baca juga: Pemerintah Ubah Nama RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja

Ia mengatakan, saat ini pembahasan RUU Ciptaker belum diputuskan akan dibahas di Baleg atau di Panitia Khusus (Pansus), karena Badan Musyawarah (Bamus) belum mengadakan rapat.

Menurutnya, Bamus akan rapat dahulu untuk menentukan RUU Ciptaker akan dibahas di Baleg atau di Pansus.

"Karena kita masih membahas dan dalam proses registrasi untuk nanti kita bawa ke Rapat Pimpinan (Rapim). Bamus paripurna baru nanti kita kirim ke fraksi dan penentuan itu apakah di Baleg atau Pansus sama saja," ujarnya.

Ia mengatakan, pembahasannya di Pansus ataupun di Baleg sama saja, karena masing-masing anggotanya merupakan gabungan berbagai komisi yang ada di DPR.

Azis kemudian mencontohkan, di Baleg DPR RI kapasitas anggotanya bisa dilonggarkan menjadi 80 orang, jadi kalau perwakilan tiap komisi masing-masing lima orang maka masih ada ruang.

"Misalnya satu komisi ada lima orang, sehingga ada 55 orang (di Baleg), masih ada ruang sekitar 25 anggota," tuturnya.

Selain itu dia mengatakan, DPR akan melibatkan semua unsur dalam pembahasan RUU Ciptaker sehingga mendapatkan masukan yang komprehensif dalam pembahasannya.

Azis mengatakan, untuk unsur buruh, organisasinya banyak sehingga tidak semua organisasi yang akan diakomodir untuk dimintai pendapatnya.

Baca juga: DPR: Pembentukan Pansus Jiwasraya Masih Panjang

"Tidak ada (pembahasan) RUU yang tidak melibatkan unsur elemen intelektual, mahasiswa, dan masyarakat sehingga pasti kami libatkan," tandasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Bagaskara Isdiansyah

Berita Terkait: