Pantau Flash
Tingkatkan Kepatuhan Penjual Rokok dan Masyarakat, Bea Cukai Gelar Operasi Pasar
Wapres Akui Vaksinasi COVID-19 di Indonesia Masih Lamban
Bamsoet Ingatkan Dampak Perubahan Iklim Terhadap Ketahanan Pangan
Menparekraf Ajak Pramuwisata Tingkatkan Pemahaman Tentang Pariwisata Berkelanjutan
Jadi Lokasi Penembakan dan Langgar Prokes, Kafe RM Ditutup Permanen

Bagaimana Cara Antisipasi Plat Nomor Palsu di Area Ganjil Genap?

Bagaimana Cara Antisipasi Plat Nomor Palsu di Area Ganjil Genap? Kendaraan melintas di Jalan Pramuka, Kelurahan Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta Timur. (Foto: Antara/Andi Firdaus)

Pantau.com - Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Barat mulai mengantisipasi adanya plat palsu pada mobil yang menghindari aturan perluasan ganjil-genap mulai Jalan Tomang Raya hingga Jalan Pintu Besar Selatan.

Kasatlantas Wilayah Jakarta Barat Komisaris Polisi Hari Admoko menjelaskan penindakan terhadap pemilik plat palsu untuk hindari ganjil-genap dilaksanakan bersamaan dengan Operasi Patuh Jaya, sehingga dapat mendeteksi pelanggar aturan.

"Fokusnya sekarang adalah pelaksanaan Operasi Patuh Jaya bersamaan dengan penindakan tilang pada pelanggar ganjil-genap. Namun, di wilayah Barat belum ditemukan pemilik plat nomor ganda," ujar Hari di Jakarta, Selasa (10/9/2019)..

Baca juga: Tukang Plat Nomor Ketiban Rezeki Perluasan Gajil-Genap di Jakarta

Hari mengatakan keseluruhan anggota Satlantas Wilayah Jakarta Barat telah memiliki link khusus antar lalu lintas yang terhubung dengan Samsat Jakarta Barat untuk memantau kendaraan berplat palsu.

"Kalau misalnya ada yang kita curigai, kita kirim platnya B sekian, lalu minta identitasnya, kita sudah bisa menindak tegas pelanggar," ujar dia.

Sebelumnya, pedagang plat nomor kendaraan di DKI Jakarta mulai ramai dibanjiri pesanan duplikat plat dengan nomor ganjil dan genap.

Baca juga: Hari Pertama Perluasan Ganjil-Genap, Sejumlah Kendaraan Terciduk

Utamanya di Jalan Matraman, Jakarta Timur, para pedagang diuntungkan dengan penerapan rekayasa lalu lintas ganjil-genap, karena jumlah pesanan meningkat sejak sebulan terakhir saat sosialisasi.

Pedagang mematok harga mulai dari Rp100 ribu sepasang, hingga Rp180 ribu per pasang.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: