Bareskrim Kembali Periksa DJ Una terkait Kasus Robot Trading Ilegal DNA Pro

Headline
Una Astari Thamrin alias DJ Una (Foto: Instagram)

Pantau – Penyelidikan kasus robot trading ilegal DNA Pro hingga saat ini masih terus berlanjut. Kali ini DJ kondang tanah air, Putri Una Astari Thamrin alias DJ Una yang akan diperiksa oleh Bareskrim Polri.

Kabag Penum Divhumas Polri, Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan, DJ Una diperiksa dengan kapasitas sebagai saksi terkait kasus DNA Pro.

“DJ Una diperiksa sebagai saksi,” kata Gatot saat dikonfirmasi pada Rabu (22/6/2022).

Menurtnya, DJ Una bakal hadir dalam pemeriksaan di Bareskrim Polri sekitar pukul 13.30 WIB.

Adapun DJ Una diperiksa kembali oleh tim penyidik lantaran Jaksa Penuntut Umum mengantongi beberapa petunjuk baru terkait kasus robot trading ilegal itu.

“Dilakukan pemeriksaan tambahan untuk memenuhi petunjuk jaksa dalam P19 perkara DNA Pro,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, DJ Una atau Una Astari Thamrin memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara penipuan investasi robot trading melalui aplikasi DNA Pro.

DJ Una hadir dalam kasus tersebut ada dua hal status DJ Una diperiksa sebagai saksi karena manggung di acara DNA Pro, serta sebagai korban investasi dari robot trading tersebut.

“Una menerima 35 pertanyaan yang dibagi dalam dua sesi,” kata kuasa hukum DJ Una, Yafet Rissy di Bareskrim Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 25 April 2022 malam.

Yafet mengungkapkan, dalam status saksi, Una ditanya seputar mengisi acara dan uang yang diterima sebagai honor manggung dari DNA Pro.

“Sudah dijawab semua, klien kami (Una) hadir sebagai performer yang diundang DNA Pro dalam acara yang digelar akhie tahun 2021,” ucapnya.

Sementara dalam statusnya sebagai saksi, Yafet menyebut wanita berusia 34 tahun itu menginvestasikan uangnya ke DNA Pro dengan total Rp 1,5 Miliar.

“Sudah di withdraw Rp 623 juta. Masih ada sisa Rp 900 juta yang tidak bisa diambil. Klien kami merugi,” ungkapnya.

Tim Pantau
Editor
M. Abdan Muflih