Bareskrim Sita Aset DNA Pro Senilai Rp307 Miliar dan Blokir Rekening Rp105 Miliar

Headline
Gedung Bareskrim Polri. (Foto: Yusuf Fadillah/Pantau.com)Gedung Bareskrim Polri. (Foto: Yusuf Fadillah/Pantau.com)

Pantau.com – Penanganan kasus robot trading ilegal DNA Pro masih terus bergulir. Kali ini pihak Bareskrim Polri berhasil menyita aset milik DNA Pro sebanyak Rp307 miliar. Adapun yang telah disita terdapat aset berupa hotel hingga mobil-mobil mewah.

Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan bahwa tidak hanya aset saja yang disita pihaknya, sebanyak 64 rekening milik DNA Pro pun turut diblokir dengan total Rp105 miliar.

“Di samping itu yang diketahui teman-teman bahwa kita melakukan pemblokiran rekening sebanyak 64 rekening dengan total uang kurang lebih Rp105.525.000.000,” kata Whisnu pada Jumat (27/5/2022).

Whisnu mengatakan bahwa pihaknya bersama PPATK akan terus melanjutkan proses pelacakan terhadap aset milik DNA Pro lainnya, baik yang berada di Indonesia maupun di luar negeri.

“Bahwa penyitaan tersebut tidak berhenti di sini, penyidik masih bekerja sama dengan teman-teman PPATK untuk tracing aset yang ada di dalam dan di luar negeri,” tegas Whisnu.

Pihak Whisnu pun menyebutkan jika aset-aset yang disita akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

“Kami masih mencari informasi terkait dengan uang hasil kejahatan, dan ini akan masih terus bertambah, ini akan bertambah terus seiring dengan waktu,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Dittipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan bahwa pihaknya telah menetapkan sebanyak 14 orang menjadi tersangka dalam kasus robot trading ilegal DNA Pro. Tiga dari terseangka tersebut masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).

“Ada 11 tersangka, 3 tersangka masih dalam pencarian yang diduga berada di luar negeri,” kata Whisnu pada Jumat (27/5/2022).

Tim Pantau
Editor
M. Abdan Muflih