Pantau Flash
Tidak Gunakan Masker di Jabar Akan Dikenakan Denda Rp150.000
Doni Primanto Joewono Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI
Kasus Positif COVID-19 Jadi 76.981, Nol Kasus Baru di Sembilan Provinsi
Kelly Preston Istri dari John Travolta Meninggal Dunia
Penyanyi Rap Lil Marlo Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak

Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan

Headline
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Nanan Abdul Manan, mengatakan terdapat penambahan kasus positif COVID-19 yang menginfeksi bayi berusia 50 hari setelah bayi itu diajak orangtuanya menghadiri hajatan.

"Pada Sabtu ini di Kabupaten Cirebon terdapat penambahan kasus positif COVID-19, di mana menimpa seorang bayi berusia 50 hari," kata Nanan di Cirebon, Sabtu (6/6/2020).

Baca juga: Cerita Spiritual Anies Baswedan Usai Salat Jumat Perdana di Balai Kota

Nanan mengatakan sampai saat ini kasus positif COVID-19 di Kabupaten Cirebon menjadi 14 orang dengan rincian tujuh sembuh, lima dirawat dan dua orang meninggal dunia.

Untuk kasus ke 14 ini terjadi pada bayi berusia 50 hari dan diduga terpapar COVID-19 dari pamannya yang baru datang dari daerah episentrum.

"Riwayat kontak dengan pamannya yang datang dari episentrum pada saat hajatan," ujarnya.

Nanan menjelaskan bayi yang terpapar virus korona jenis baru atau COVID-19 tersebut memang mengalami gejala klinis, yaitu suhu tubuh sampai 38 derajat Celcius, batuk, sesak, dan diare.

Setelah oleh orangtuanya dilakukan cek ke rumah sakit dilakukan rapid test dengan hasil reaktif, begitu juga ayah bayi tersebut reaktif, tapi untuk ibu non reaktif.

"Sehingga dilakukan tes swab dan hasilnya memang bayi berusia 50 hari itu positif COVID-19, sedangkan ayah dan ibunya negatif," tuturnya.

Baca juga: Catat! Ini Protokol Kesehatan 12 Sektor saat PSBB Transisi DKI Jakarta

Dari hasil wawancara kepada orangtua bayi, ternyata sempat kontak dengan pamannya yang baru datang dari daerah episentrum saat hajatan.

Untuk itu pihaknya langsung melakukan pelacakan terhadap mereka yang kontak erat dengan bayi serta paman si bayi.

"Untuk itu kami meminta izin keramaian hajatan untuk diperketat serta harus memperketat orang yang datang dari episentrum," katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: