Pantau Flash
Anies Baswedan Perpanjang Tanggap Darurat Jakarta hingga 19 April
Positif COVID-19 Meningkat, 1.155 Kasus, 102 Meninggal, dan 59 Sembuh
Cegah Penyebaran Virus Korona, Menag Imbau Masyarakat Tidak Mudik
Seorang Dokter Positif Tertular Virus Korona dari Klaster Bima Arya
Presiden Prancis Ingatkan Italia Waspada Bantuan China dan Rusia

Begini Imbauan Polri Jelang Aksi 212 Esok

Begini Imbauan Polri Jelang Aksi 212 Esok Massa peserta Reuni 212 berjalan kaki keluar dari kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin (2/12/2019) (Foto: Antara/Zuhdiar Laeis)

Pantau.com - Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Asep Adisaputra, mengatakan, Polri siap mengamankan demonstrasi yang rencananya akan diadakan Persaudaraan Alumni 212 di depan Istana Negara, Jakarta pada Jumat 21 Februari 2020.

"Pada prinsipnya kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum itu dilindungi undang-undang. Ada hak dan kewajibannya, kepolisian memberikan pelayanan pengamanan kegiatan," kata Asep, saat dihubungi, Kamis (20/2/2020).

Baca juga: Saat Isu Aksi 212 dan Radikalisme Jadi Perhatian di Mapping Melbourne 2019

Asep mengingatkan agar para peserta demo mematuhi peraturan yang berlaku.

"Prinsipnya mereka harus menjaga keamanan dan ketertiban umum. Menghormati hak asasi orang lain. Utamanya harus menjaga keutuhan NKRI," tuturnya.

Adapun menurutnya, Polda Metro Jaya telah menerima surat pemberitahuan terkait pelaksanaan aksi demo Jumat 21 Februari 2020.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, pihaknya akan mengerahkan jajaran ‎dari Polres Jakarta Selatan, dibantu jajaran Polda Metro Jaya dan TNI.

Sebelumnya, Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin mengatakan demo bertajuk Aksi 212 Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI itu digelar sebagai upaya mendesak pengusutan berbagai kasus korupsi yang jalan di tempat.

Pihaknya menuntut penyelesaian kasus suap yang melibatkan eks Caleg DPR RI dari PDIP Harun Masiku dan anggota KPU RI Wahyu Setiawan, kasus korupsi dan TPPU yang melibatkan Honggo Wendratno selaku Direktur PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), kasus korupsi Asuransi Jiwasraya, dan dugaan terjadi korupsi di Asabri.

Baca juga: Aksi Reuni 212 Hanya Sekadar Tunjukkan Eksistensi, kata Akademisi

PA 212 mendesak KPK, Polri dan kejaksaan untuk segera menuntaskan berbagai kasus korupsi tersebut dengan menegakkan prinsip keadilan, transparansi dan akuntabilitas.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: