Begini PRT Bentuk Barisan Hadapi Penindasan

PRT melakukan aksi di Kementerian Ketenagakerjaan. (Foto: Pantau.com/Sahat Amos Dio)PRT melakukan aksi di Kementerian Ketenagakerjaan. (Foto: Pantau.com/Sahat Amos Dio)

Pantau.com – Peringati Hari Pekerja Rumah Tangga (PRT) Nasional, puluhan PRT melakukan aksi cuci baju di depan kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (15/2/2018). Mereka menuntut pengesahan UU PRT, lantaran masih minimnya perlindungan terhadap hak-hak yang seharusnya diperoleh Pekerja Rumah Tangga.


“Pekerja rumah tangga sampai saat ini tidak mendapatkan pemenuhan kebutuhan, tidak dapat cuti, bekerja dalam jangka waktu yang panjang, harus standby. Kemudian tidak ada batasan, tidak ada jaminan kesehatan dan jaminan ketenagakerjaan,” ujar Koordinator Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT) Lita Anggraini di lokasi.


Lita mengklaim, selama ini PRT masih diperas kekuatannya untuk bekerja tetapi tak mendapatkan haknya. Tak kenal lelah, organisasi dan serikat pekerja dibidang advokasi PRT itupun terus mendesak pemerintah agar UU PRT segera disahkan.


“Kami sudah mengajukan kepada DPR dan Pemerintah terkait rancangan Undang-Undang PRT sejak 14 tahun yang lalu, sudah tiga kali pemerintahan berganti sampai sekarang belum ada Undang-Undang PRT,” ungkap Lita.


Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, aksi “Peras Cuciannya, Bukan PRT nya” yang dikomandoi oleh LBH Jakarta (Tim Advokasi Perburuhan) dan Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT) tersebut belum mendapatkan respon dari Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri. (Sahat Amos Dio)

Tim Pantau
Editor
Dera Endah Nirani
Penulis
Widji Ananta