Pantau Flash
Erick Thohir: Pemerintah Berupaya Tingkatkan Produksi Vaksin COVID-19
Biaya Suntik Vaksin COVID-19 Akan Ditanggung Pemerintah
Kemendikbud Terbitkan Kepmen 719/P/2020 Tentang Kurikulum Darurat
Dishub DKI Sebut Ganjil Genap Bisa Berlaku Seharian Tanpa Skema Waktu
Pemerintah Izinkan Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning dan Hijau COVID-19

Begini Suara WNI di Malaysia Usai Bareskrim Polri Menangkap Djoko Tjandra

Headline
Begini Suara WNI di Malaysia Usai Bareskrim Polri Menangkap Djoko Tjandra Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra yang ditangkap di Malaysia. (Foto: Antara/Muhamad Adimaja)

Pantau.com - Sejumlah warga negara Indonesia di Malaysia memberikan apresiasi terhadap penangkapan buronan kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali Djoko Tjandra di Kuala Lumpur, Kamis 30 Juli 2020.

Apresiasi ini disampaikan oleh Ketua Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia (PPI) Universiti Teknologi MARA (UiTM) Inna Djunaenah dan Sekretaris Majelis Perwakilan KAHMI Malaysia Yuri Buchari.

"Terlepas dari beberapa tudingan dan pandangan terhadap serangkaian 'drama' mengenai siapa saja yang turut serta dalam skenario yang sedang masyarakat saksikan terkait dengan pelarian dan tertangkapnya Djoko Tjandra, secara normatif proses hukum yang dikehendaki memang sedang terjawab kebutuhannya," katanya.

Menurut dosen Fakultas Hukum Universitas Padjajaran ini, tentunya sudah dan akan banyak pandangan dari pakar hukum yang lain, terutama hukum pidana, yang mengerucut pada proses yang harus berjalan kemudian. "Ini menunjukkan sikap kooperatif pemerintah Federasi Malaysia untuk mengembangkan posisinya sebagai negara tetangga yang siap membangun kemitraan yang berarti," katanya.

Baca juga: Ditangkapnya Djoko Tjandra Jadi Kado untuk HUT Kemerdekaan RI

Bagi pemerintah Malaysia, kata dia, hal ini memberikan jawaban bahwa rezim yang sekarang tidak seperti yang disangkakan publik karena pernah memiliki hubungan politik yang baik dengan mantan Perdana Menteri Najib Razak.

"Kebutuhan menanamkan posisi kooperatif seperti ini penting bagi Malaysia, di antaranya karena akan dapat menargetkan mahasiswa internasional yang makin banyak asal Indonesia," katanya.

Sejauh ini, menurut dia, posisi mahasiswa Indonesia secara sosiologis mendapat tempat yang baik bagi civitas academica di kampus-kampus di Malaysia.

"Begitu juga bagi pengembangan hubungan antarpemerintah (G-to-G), Malaysia tampaknya memiliki pandangan yang cukup jauh mengenai kebutuhan hubungan persahabatan dengan Indonesia untuk menjalankan urusan dan isu-isu yang lebih luas secara global," katanya.

Baca juga: Penangkapan Djoko Tjandra Diharapkan Bersihkan Nama Kepolisian

Sekretaris Majelis Perwakilan KAHMI Malaysia Yuri Buchari mengaprasesiasi langkah dan keberhasilan Polri menangkap Djoko Tjandra.

"Sungguh ini sebuah sinyalemen bahwa institusi ini bisa menjadi tulang punggung penegakan hukum yang adil sesuai dengan cita-cita Pancasila, sekaligus menjadi jawaban terhadap keraguan sebagian orang bahwa penegakan hukum itu tumpul ke atas," katanya.

Alumnus Universitas Islam Antarbangsa Malaysia (IIUM) ini mengharapkan pengusutan tuntas terhadap kasus tersebut dengan seadil-adilnya. "Kami berharap agar institusi Polri mampu mengurai permasalahan ini dan mengadili seadil-adilnya mereka yang terlibat sesuai dengan porsi dan intensitas masing-masing," katanya.

Yuri mengatakan bahwa penangkapan tersebut sekaligus menjawab tuduhan yang berseleweran bahwa Djoko Tjandra dilindungi elite Malaysia, padahal pemenrintah Malaysia malah begitu rapi memberikan kerja sama. "Hal ini perlu diapresiasi sekaligus bisa dijadikan iktibar bahwa penegakan hukum itu di atas segalanya, termasuk di atas elite-elite negera sekalipun," kata pria asal Madura tersebut.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: