Pantau Flash
KPK Setor Rp500 Juta dari Perkara Kabid Pembangunan Jalan Muara Enim
Dua Pekan Lagi WHO Akan Umumkan Hasil Uji Klinis Obat COVID-19
Densus 88 Antiteror Amankan Seorang Wanita Terduga Teroris di Semarang
Terjadi Ledakan Diduga Bom Rakitan di Menteng
Jubir Sebut 75 Persen Pasien COVID-19 di 11 Provinsi Telah Sembuh

Bekasi Berhasil Keluar dari Zona Merah COVID-19 Usai 2 Bulan PSBB

Headline
Bekasi Berhasil Keluar dari Zona Merah COVID-19 Usai 2 Bulan PSBB Calon penumpang antre untuk masuk Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (2/6/2020). (Foto: Antara/Fakhri Hermansyah)

Pantau.com - Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berhasil keluar dari zona merah penyebaran Coronavirus disease 2019 (COVID-19) setelah dua bulan memberlakukan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Berdasarkan hasil evaluasi PSBB, level penyebaran COVID-19 di Kabupaten Bekasi turun dari zona merah atau kategori berat ke kuning," kata Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah di Cikarang, Selasa (2/6/2020).

Alamsyah menjelaskan berdasarkan data yang diperoleh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sejak pemberlakuan PSBB periode pertama 2-15 April 2020 hingga PSBB periode empat pada 14-26 Mei 2020, laju Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Bekasi juga mengalami penurunan yang signifikan.

Baca juga: Pemkot Bekasi Izinkan Kegiatan Berjamaah di Rumah Ibadah

"Alhamdulillah jika dilihat dari grafiknya terlihat stabil dan terkendali. Semoga semakin membaik lagi ke depan," katanya.

Di masa perpanjangan PSBB dan jelang adaptasi kebiasaan baru (AKB), kewaspadaan tetap harus dilakukan meski grafik penyebaran virus menurun.

Alamsyah mengimbau warga tetap menaati protokol kesehatan COVID-19. "Karena Provinsi Jawa Barat juga menyiapkan protokol kesehatan AKB untuk setiap level kewaspadaan COVID-19. Ini yang harus menjadi perhatian kita bersama," ungkapnya.

Baca juga: Satu Keluarga di Bekasi Positif COVID-19, Walkot: Warga Jangan Khawatir

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja juga meminta warganya agar tidak lengah dan tetap menaati peraturan serta protokol kesehatan yang berlaku. "Level kuning ini artinya cukup berat. Walaupun ada kemajuan dari sebelumnya tetap tidak boleh lengah. Kita tetap ikuti aturan dan protokol kesehatan," kata Eka.

Penetapan level kuning ini diperoleh setelah melakukan evaluasi dari pelaksanaan PSBB yang telah diberlakukan sejak 15 April 2020. Berdasarkan hasil tersebut, Kabupaten Bekasi harus tetap melakukan perpanjangan PSBB parsial hingga 4 Juni 2020, untuk selanjutnya berganti status menjadi AKB.

Eka juga meminta masyarakat Kabupaten Bekasi untuk berperan aktif memutus mata rantai penyebaran COVID-19 agar level wilayahnya dapat naik menjadi biru atau bahkan hijau.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: