Benar Ada Tangis Istri Sambo versi Komnas HAM

Headline
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (Foto: Tangkapan layar)

Pantau – Komnas HAM mengungkapkan bahwa istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi disebut langsung pulang ke rumah pribadinya dan menangis usai terjadi peristiwa penembakan Brigadir J. Hal itu terungkap usai Komnas HAM memeriksa CCTV di rumah pribadi Ferdy Sambo.

“Enggak kelihatan lagi CCTV si ibu PC kembali lagi ke rumah pribadi, nampak wajahnya seperti menangis. Ia didampingi satu dua orang di belakangnya. Kemudian, CCTV lainnya memperlihatkan mobil provos dan mobil patroli hilir mudik. Dikatakan bahwa mereka ditelepon dan heboh lah ya ngurusin itu, kemudian kelihatan ada mobil ambulans kurang lebih jam 7 sampai. Direkamn semua, sampai di RS Bhayangkara,” kata Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, Jumat (5/8/2022).

Sebelum insiden penembakan, CCTV yang diperiksa Komnas HAM juga merekan peristiwa lain. Sekitar pukul 15.29 WIB, CCTV memperlihatkan Ferdy Sambo menggunakan seragam polisi bersama satu ajudannya mendatangi rumah pribadinya di Jalan Saguling, Duren Tiga.

Taufan juga mengatakan ada tenaga kesehatan yang melakukan tes PCR. Sekitar pukul 15.40 WIB, Putri bersama para ajudan termasuk Bharada E dan Brigadir J datang ke rumah pribadi usai melakukan perjalanan dari Magelang.

Rekaman CCTV memperlihatkan mereka melakukan tes PCR bergantian, yakni Putri kemduian Bharada E dan Brigadir J. Tes PCR selesai sekitar pukul 16.07 WIB.

Kemudian pukul 16.31 para ajudan berkumpul bersama dalam keadaan santai. Taufan mengatakan mereka bercengkerama sambil tertawa. Hal itu diketahui berdasarkan komunikasi terakhir Brigadir J dengan kekasihnya, Vera Simanjuntak.

“Jam 16.31 WIB bertelpon ke Yosua, dia mendengar waktu Yosua menjawab itu ada suara orang tertawa tertawa, jadi Yosua itu lagi kumpul-kumpul dengan temannya, biasa kan, sambil menunggu bosnya ini berkemas ke rumah dinas,” jelas dia.

Kemudian, antara pukul 17.09 dan 17.12 WIB, mereka meninggalkan rumah pribadi ke rumah dinas Sambo yang berjarak cukup dekat dengan rumah pribadi.

Berselang beberapa menit, Ferdy Sambo bersama ajudannya meninggalkan rumah pribadi. Dia pergi berlain arah dengan rombongan istrinya.

Pada pukul 17.23 WIB, kamera CCTV masih merekam ada mobil milik Sambo yang berputar balik.

Kemudian Taufan menyebut berputarnya rombongan Sambo, karena mendapat telepon dari istrinya PC. Sambo diberi tahu peristiwa oleh PC bahwa ada peristiwa penembakan.

“Dalam CCTV itu berhenti, nah kemudian berbalik mobilnya itu, CCTV enggak bisa menjelaskan apa apa, tapi hanya keterangan penyidik yang menyatakan bahwa katanya dia menuju rumah dinas itu karena ditelpon oleh istrinya ada kejadian itu, itu versi dia,” ucapnya.

Tim Pantau
Editor
Renalya Arinda