Benarkah Konflik Internal Partai Hanura ‘Settingan’ untuk Pilpres 2019?

Wakil Sekretaris Jenderal Hanura Dadang Rusdiana. (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)Wakil Sekretaris Jenderal Hanura Dadang Rusdiana. (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com – Beredarnya kabar konflik internal Hanura sengaja dibuat untuk menaikkan pamor Wiranto di Pilpres 2019. Namun, hal itu langsung dibantah Wakil Sekretaris Jenderal Dadang Rusdiana yang juga merupakan loyalis Sarifuddin Sudding.


“Enggak juga, enggak (buat Pilpres),” ujar Dadang saat ditemui di Hotel Sultan, Senayan, Jumat (19/1/2018).


Dadang menyebutkan jika konflik akan cepat selesai jika Ketua Dewan Pembina Wiranto turun gunung untuk menyelesaikannya. Ia pun menegaskan, konflik yang terjadi di dalam internal partainya tidak akan berpengaruh kepada pelaksanaan pemilu. “Seminggu ini (konflik) selesai,” tandasnya.


Baca juga: Kubu OSO Klaim Miliki SK Sah Hanura dari KemenkumHAM


Anggota Komisi X DPR RI itu menilai, konflik yang kini berhembus dan menjadi perhatian publik secara tidak langsung akan menaikkan pamor partai yang identik dengan warna oranye tersebut. 


“Justru Hanura semakin dikenal sekarang,” tutupnya.


Baca juga: Sudding kepada Oesman Sapta: Saya Ini Pendiri Partai Hanura


Konflik di tubuh Partai Hanura ini berawal dari mosi tidak percaya yang disampaikan para kader Hanura yang dikomandoi Sekretaris Jenderal Sarifuddin Sudding. Hingga akhirnya, Oesman Sapta selaku ketua umum memceat Sidding dari kepengurusan partai.


Tak terima dipecat, Sudding pun bersama loyalisnya melakukan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk mengganti kepemimpinan Oesman Sapta. Bahkan, SK kepengurusan dari hasil Munaslub akan diserahkan ke KemenkumHAM secepatnya. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta