Pantau Flash
Menparekraf Perluas Program Penyediaan Akomodasi Nakes dan Hotel Isolasi
Bamsoet Disuntik Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua
Total Kasus Positif COVID-19 RI Capai 1.037.993 per 28 Januari 2021
Dua Kantor Swasta di Surabaya Terapkan Denda Rp250 Ribu bagi Karyawan Tak Pakai Masker
Jenderal Wismoyo Arismunandar Tutup Usia, Mantan KASAD dan Ipar Soeharto

Beragam Macam Alasan Pelanggar Aturan Ganjil-Genap

Beragam Macam Alasan Pelanggar Aturan Ganjil-Genap Pelanggar Ganjil Genap (Foto: Antara/Andi Firdaus)

Pantau.com - Perluasan aturan ganjil-genap disejumlah ruas jalan DKI Jakarta resmi diberlakukan hari ini. Meski sudah dilakukan sosialisasi sejak jauh-jauh hari, masih ada saja pengendara mobil yang nekat melanggar aturan tersebut. 

Mayoritas pengendara mobil beralasan tidak tahu hari ini perluasan aturan ganjil-genap sudah diberlakukan. Namun beberapa pengendara beralasan aturan tersebut menghambat aktivitasnya, terutama saat memasuki Jalan Tomang Raya yang terkena imbas perluasan aturan ganjil-genap.

"Kantor saya dekat dari jalur masuk Jalan Tomang Raya, kalau kena tilang begini bagaimana bisa saya setiap hari ke kantor?" kata Soedarjono, pengendara mobil berplat genap yang baru keluar dari jalur tol dari Tangerang, Senin (9/9/2019).

Baca juga: Tak Terima Kena Ganjil-Genap, Warga Bogor Ini Sewot dan Protes ke Anies

Dia beralasan selama masa sosialisasi ganjil-genap, tidak pernah melihat langsung petugas Dinas Perhubungan maupun Satuan Polisi Lalu Lintas melaksanakan sosialisasi di jalan. Apalagi, tidak ada informasi ganjil-genap yang tampak jelas sebelum keluar dari pintu tol.

"Kalau solusinya berangkat lebih pagi, sampai kantor jam 08.30 pun masih tutup, saya harus kemana? Saya kan sales manager, harus berkeliling, itu bisa saya lakukan di atas jam 10.00 WIB," ucapnya.

Setelah mendapatkan surat tilang, Soedarjono berusaha meminta penjelasan terhadap Kasatlantas Polres Jakarta Barat Komisaris Polisi Hari Atmoko dan Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat Afandi Nofrisal.

Berbeda dengan pengendara mobil lain Imelda Paula. Ia mengaku sudah mengetahui perluasan ruas genap-ganjil, namun tetap nekat. Ia melewati Jalan Tomang Raya, karena ruas tersebut adalah jalur utama untuk mengantarkan anaknya ke sekolah dan kontrol ke dokter. "Saya tahu sih ada perluasan ganjil-genap, tapi enggak tahu kalau hari ini mulai diberlakukan. Takut anak saya telat sampai sekolah di kawasan Daan Mogot," kata Paula.

Baca juga: Hari ini Perluasan Ganjil-Genap Berlaku, Pelanggar Didenda Rp500 Ribu

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat Afandi Nofrisal mengatakan banyak pelanggar aturan yang seharusnya sudah mengetahui dari spanduk di berbagai jalan, sosialisasi di pusat belanja dan informasi melalui media cetak, elektronik dan televisi. Namun mereka beralibi tidak tahu pemberlakuan ganjil-genap mulai hari ini.

"Yang tahu dia akan menerima, yang tidak tahu kebanyakan mereka beralibi, karena sampai dengan satu bulan ini sosialisasi kalau tidak tahu ya tidak mungkin," ujar Afandi.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: