Pantau Flash
Blak-blakan Menkes: Pemerintah Tidak Ada Rencana untuk Subsidi Test PCR
Maluku Utara Diguncang Gempa 5,1 Magnitudo, Berpusat di Kedalaman 92 Km
Kabar Gembira! Menkes Buka Peluang Vaksinasi Usia 5-11 Tahun Dimulai Awal 2022
Polri Ringkus Komplotan Judi dan Pornografi Online, Raup Rp4,5 Miliar per Bulan
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan

Berkas Perkara Lengkap, Kivlan Zen Segera Disidangkan

Berkas Perkara Lengkap, Kivlan Zen Segera Disidangkan

Pantau.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyebut berkas perkara atas kasus kepemilikan senjata ilegal dengan tersangka Kivlan Zen telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

"Kasusnya (Kivlan Zen) sudah P21 tanggal 16 Agustus," ucap Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (21/8/2019).

Baca juga: Ini Kata Polisi Soal Penolakan Permohonan Praperadilan Kivlan Zen

Sehingga, sambung Argo, tim penyidik rencananya akan melakukan pelimpahan tahap kedua yakni menyerahkan tersangka Kivlan Zen beserta barang bukti untuk segera disidangkan.

"Rencana minggu ini akan tahap kedua, penyidik masih komunikasikan dengan Kejaksaan Tinggi," pungkas Argo.

Diketahui, Kivlan ditahan akibat kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal. Kivlan pun telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Guntur. Polisi juga telah memperpanjang masa penahanan terhadap Kivlan hingga 40 hari kedepan.

Padahal Kivlan dan tim kuasa hukumnya telah mengirimkan surat permohonan penangguhan penahanan kepada penyidik. Namun polisi tidak mengabulkan permohonan penangguhan tersebut dengan alasan, Kivlan tidak kooperatif dengan penyidik.

Baca juga: Tak Terima Putusan Hakim, Kivlan akan Ajukan Lagi Empat Praperadilan

Kasus dugaan kepemilikan senjata api yang menjerat Kivlan berkaitan dengan penetapan enam tersangka yang menunggangi aksi unjuk rasa menolak hasil Pilpres 2019, di Jakarta, pada 21-22 Mei 2019.

Enam orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yakni HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF. Salah satu tersangka merupakan sopir paruh waktu Kivlan.

Sehingga, atas penetapan tersangka itu, Kivlan Zen dijerat dengan undang-undang darurat Pasal 1 ayat 1 UU Nomor 2 darurat tahun 1951 tentang kepemilikan senjata secara ilegal.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: