Pantau Flash
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan
Relawan Jokowi Mania Gugat Instruksi Mendagri ke PTUN Jakarta
Sebuah SD Negeri Disegel Warga di Hari Pertama Belajar Tatap Muka, Orang Tua Siswa Kebingungan
Sungguh Perbuatan Biadab! Jemaah Sholat Subuh di Masjid Ditembaki Secara Brutal, 18 Orang Tewas dan 20 Lainnya Luka
Perintah Presiden Soal Harga Tes PCR Rp300 Ribu Harus Dijalankan, Tak Boleh Ada Toleransi!

Bisnis Properti di Indonesia Alami Peningkatan Usai Pilpres 2019

Bisnis Properti di Indonesia Alami Peningkatan Usai Pilpres 2019 Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Bisnis properti di Indonesia pada 2019 kembali mengalami peningkatan pasca pemilihan Presiden. Sebelumnya, bisnis properti sempat mengalami penurunan pada kuartal pertama tahun ini jika dibandingkan tahun 2018.

Country Manager 99.co Indonesia Irvan Ariesdhana mengatakan, pada Januari hingga Juni 2019 bisnis properti di Tanah Air mengalami penurunan karena investor menunggu kegiatan pesta demokrasi yang digelar pada April lalu.

"Kemarin (Januari-Juni) investasi properti anjlok hingga 60 persen (dari tahun lalu), namun setelah Lebaran kembali mengalami peningkatan," katanya di Jakarta, Senin (9/9/2019). 

Baca juga: Deretan Masalah yang Guncang Bisnis Properti di Asia Gegara Perang Dagang

Oleh karena itu, setelah melihat iklim usaha properti di tanah air yang kembali membaik, pihaknya optimistis mampu membukukan transaksi selama berlangsungnya Hari Properti Nasional (Harpropnas) 2019 senilai Rp100 miliar atau meningkat dibandingkan tahun lalu.

Selain itu, pihaknya juga ingin mengedukasi masyarakat bahwa di era digital saat ini, membeli properti juga dapat dilakukan secara online.

"Transaksi yang terjadi selama Harpropnas berlangsung dimonitor melalui penjualan E Key (Electronic Key), dan tahun lalu tercatat hingga 126 unit E Key yang terjual, atau setara dengan transaksi senilai Rp73 miliar," menurut CEO 99.co Darius Cheung.

Baca juga: Survei: Penjualan Meningkat, Harga Rumah Naik

Untuk tahun ini Harpropnas menggandeng 30 developer, selain dari Jabodetabek juga dari Riau dan Jawa Timur serta lebih dari 40 proyek dengan target penjualan mencapai 200 E Key atau transaksi senilai Rp100 miliar.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: