Pantau Flash
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan
Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 802 Orang, Jateng Jadi Penyumbang Terbanyak

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi 3,5 Meter di Kupang

Headline
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi 3,5 Meter di Kupang Ilustrasi gelombang tinggi. (Foto: Antara/Iggoy el Fitra)

Pantau.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Meteorologi maritim Tenau Kupang mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang setinggi 1,25 hingga 3,5 meter yang terjadi di wilayah perairan NTT mulai Senin (26/6/2019) hingga Selasa 27 Agustus 2019.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Ota Welly Jenni Thalo kepada wartawan di Kupang, Senin, mengatakan bahwa gelombang tinggi tersebut berpotensi terjadi di beberapa perairan di NTT.

"Untuk gelombang tinggi 1,25 meter hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di wilayah seperti Selat Sape bagian selatan, perairan selatan Kupang hingga Pulau Rote," katanya.

Baca juga: 7 Gempa Bumi yang Pernah Guncang Kaltim, Provinsi Calon Ibu Kota Baru RI

Selain itu juga gelombang setinggi 1,25 meter hingga 2,5 meter juga berpotensi terjadi di Selat Alor, Selat Ombai dan di Laut Timor Selatan NTT. Sementara itu gelombang setinggi 2,5 meter hingga 3,5 meter berpotensi terjadi di perairan selatan Pulau Sumba dan Laut Sawu, Samudera Hindi selatan NTT serta di Selat Sumba bagian barat.

"Di tiga perairan yang baru disebutkan adalah perairan yang potensi gelombangnya bisa mencapai 3,5 meter, " kata dia.

Oleh karena itu BMKG mengimbau kepada para nelayan dan pemilik kapal tongkang, pengelola kapal ferry serta warga yang tinggal di pesisir pantai agar mengantisipasi dengan adanya peringatan dini itu.

Baca juga: BMKG Sebut Ada 151 Titik Panas Karhutla di Kalimantan Barat

"Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang agar selalu waspada," kata dia.

Welly juga menjelaskan penyebab gelombang tinggi tersebut diakibatkan adanya pusat tekanan rendah 1004 hPa di Samudera Pasifik timur Filipina, serta terdapat sirkulas Eddy di Papua Barat.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: