Pantau Flash
Siap-siap, Beli Ponsel di Atas Rp7 Juta dari Luar Negeri Wajib Daftar IMEI
Arab Saudi Stop Umrah, Hidayat Nur Wahid: Baik Dilakukan untuk Cegah Korona
Lion Air Jemput 13.000 Jamaah Umrah Kembai ke Indonesia
Bank Indonesia Yakin Ekonomi Membaik di Semester II-2020
Lion Air Hentikan Sementara Penerbangan Umrah ke Arab Saudi

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi 3,5 Meter di Kupang

Headline
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi 3,5 Meter di Kupang Ilustrasi gelombang tinggi. (Foto: Antara/Iggoy el Fitra)

Pantau.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Meteorologi maritim Tenau Kupang mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang setinggi 1,25 hingga 3,5 meter yang terjadi di wilayah perairan NTT mulai Senin (26/6/2019) hingga Selasa 27 Agustus 2019.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Ota Welly Jenni Thalo kepada wartawan di Kupang, Senin, mengatakan bahwa gelombang tinggi tersebut berpotensi terjadi di beberapa perairan di NTT.

"Untuk gelombang tinggi 1,25 meter hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di wilayah seperti Selat Sape bagian selatan, perairan selatan Kupang hingga Pulau Rote," katanya.

Baca juga: 7 Gempa Bumi yang Pernah Guncang Kaltim, Provinsi Calon Ibu Kota Baru RI

Selain itu juga gelombang setinggi 1,25 meter hingga 2,5 meter juga berpotensi terjadi di Selat Alor, Selat Ombai dan di Laut Timor Selatan NTT. Sementara itu gelombang setinggi 2,5 meter hingga 3,5 meter berpotensi terjadi di perairan selatan Pulau Sumba dan Laut Sawu, Samudera Hindi selatan NTT serta di Selat Sumba bagian barat.

"Di tiga perairan yang baru disebutkan adalah perairan yang potensi gelombangnya bisa mencapai 3,5 meter, " kata dia.

Oleh karena itu BMKG mengimbau kepada para nelayan dan pemilik kapal tongkang, pengelola kapal ferry serta warga yang tinggal di pesisir pantai agar mengantisipasi dengan adanya peringatan dini itu.

Baca juga: BMKG Sebut Ada 151 Titik Panas Karhutla di Kalimantan Barat

"Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang agar selalu waspada," kata dia.

Welly juga menjelaskan penyebab gelombang tinggi tersebut diakibatkan adanya pusat tekanan rendah 1004 hPa di Samudera Pasifik timur Filipina, serta terdapat sirkulas Eddy di Papua Barat.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: