Pantau Flash
Satu Tahun Pandemi di RI, Kasus Positif COVID-19 Sudah Mencapai 1.347.026
Menristek Sebut Harga Vaksin Merah Putih Sekitar Rp70 Ribuan
Proses Identifikasi Korban SJ-182 Resmi Ditutup, 3 Penumpang Belum Teridentifikasi
Jokowi Akhirnya Cabut Perpres Izin Investasi Miras
Genap Satu Tahun Pandemi, 2 Kasus Mutasi COVID-19 Inggris Ditemukan di Indonesia

BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Wilayah Surabaya Pesisir

Headline
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Wilayah Surabaya Pesisir Surabaya (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur mengingat potensi terjadinya banjir rob pada wilayah pesisir Surabaya pada akhir Januari 2021.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya Taufiq Hermawan Selasa (26/1/2021) mengatakan banjir rob yang diakibatkan pasang air laut maksimum itu diperkirakan terjadi pada tanggal 26 sampai dengan 30 Januari.

"Ketinggian air berkisar antara 130 centimeter sampai dengan 140 centimeter dari permukaan air laut," katanya.

Baca juga: BMKG Sebut Hujan Ekstrem Berpotensi Banjir Bisa Terjadi di Wilayah Ini, Warga Harus Waspada!

Ia mengemukakan, di wilayah pesisir Surabaya diklasifikasikan menjadi tiga daerah dan juga waktu seperti wilayah pelabuhan Surabaya, Kecamatan Pabean Cantikan dan Perak air pasang maksimum akan terjadi pukul 21.00 WIB sampai 24.00 WIB.

"Selanjutnya wilayah Surabaya Barat yakni Kecamatan Benowo, Asem Rowo dan Semampir akan terjadi mulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Sedangkan untuk wilayah Surabaya Timur seperti di Kecamatan Bulak dan Kenjeran dimulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB," katanya.

Ia mengatakan, hal ini bisa memunculkan dampak genangan air wilayah itu karena bulan Januari Surabaya masih berada puncak musim hujan.

"Curah hujan turun sangat deras dan potensi banjir rob sangat tinggi puncak curah hujan bulan Januari," katanya.

Baca juga: BMKG Beri Peringatan Potensi Gempa di Sultra

Menurut dia, kondisi ini bisa mengakibatkan gangguan aktivitas di wilayah pesisir seperti pembuatan garam, aktivitas perikanan dan juga bongkar muat pelabuhan.

Ia mengatakan, BMKG secara dini telah mengeluarkan informasi guna meningkatkan kewaspadaan yang bertujuan untuk mengantisipasi dini dampak-dampak tidak diinginkan masyarakat pesisir wilayah Surabaya.

"Selain itu, peringatan dini itu dikeluarkan supaya waspada dini dan kerugian material diantisipasi," ucapnya.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: