Pantau Flash
Apple Dikabarkan Tunda Peluncuran iPhone 9 Akibat Virus Korona
Komisioner KPAI Sitti Himawatty Minta Maaf Soal Hamil di Kolam Renang
Survei Indo Barometer: Prabowo Diunggulkan Jadi Capres 2024, Anies Kedua
Lagi, RSHS Bandung Tangani Pasien Suspect Virus Korona
WHO: Dunia Harus Bertindak Cepat Cegah Virus Korona

BMKG Sebut Ada 151 Titik Panas Karhutla di Kalimantan Barat

BMKG Sebut Ada 151 Titik Panas Karhutla di Kalimantan Barat Kebakaran hutan dan lahan masih berlangsung di 4 provinsi yakni Riau, Jambi, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah (Foto: Antara)

Pantau.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak menyatakan titik panas (hotspot) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Jumat (23/8/2019), terpantau ada 151 titik panas.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio-Pontianak Erika Mardiyanti di Sungai Ray, mengatakan data itu berdasarkan pengolahan data LAPAN mulai 22 Agustus 2019, pukul 07.00 WIB hingga 23 Agustus 2019 pukul 07.00 WIB.

Dari data BMKG berdasarkan pengolahan data LAPAN, katanya, hotspot tertinggi di Kabupaten Sintang sebanyak 48 titik panas; kemudian disusul Ketapang 44 titik panas; Melawi sebanyak 33 titik panas; Kapuas Hulu 11 titik panas; Sekadau lima titik panas; Kayong Utara, Landak masing-masing tiga titik panas; Kubu Raya, dan Sanggau masing-masing dua titik panas.

Baca juga: BMKG Sebut Titik Panas Karhutla di Kalimantan Barat Alami Penurunan

Sementara untuk Kabupaten Sambas, Mempawah, Bengkayang, Kota Pontianak dan Singkawang tidak ditemukan titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan, kata Erika.

Sehari sebelumnya terpantau sebanyak 81 titik panas, tertinggi di Kabupaten Ketang 30 titik panas; Sambas 14 titik panas; Mempawah 12 titik panas; Landak enam titik panas; Melawi enam titik panas; Sanggau empat titik panas; Kubu Raya tiga titik panas; Sintang, Bengkayang masing-masing dua titik panas; Sanggau, Kota Singkawang masing-masing satu titik panas, untuk Kabupaten Kapuas Hulu, Kayong Utara dan Kota Pontianak tidak ditemukan titik panas, katanya.

Baca juga: Moeldoko Ungkap Perbedaan Kebakaran Hutan yang Dulu dan Sekarang

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: