Pantau Flash
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan
Relawan Jokowi Mania Gugat Instruksi Mendagri ke PTUN Jakarta
Sebuah SD Negeri Disegel Warga di Hari Pertama Belajar Tatap Muka, Orang Tua Siswa Kebingungan
Sungguh Perbuatan Biadab! Jemaah Sholat Subuh di Masjid Ditembaki Secara Brutal, 18 Orang Tewas dan 20 Lainnya Luka
Perintah Presiden Soal Harga Tes PCR Rp300 Ribu Harus Dijalankan, Tak Boleh Ada Toleransi!

BNN: 115 Wilayah di DKI Jakarta Rawan Peredaran Narkoba

Headline
BNN: 115 Wilayah di DKI Jakarta Rawan Peredaran Narkoba Petugas BNNP DKI Jakarta menghadirkan tersangka dan barang bukti narkotika jenis sabu saat pengungkapan peredaran narkotika di Kantor BNNP DKI Jakarta, Jakarta, Kamis (8/8/2019). (Foto: Antara/Adnan Nanda)

Pantau.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) melibatkan seluruh unsur masyarakat untuk memerangi peredaran narkoba di 115 kawasan di DKI Jakarta yang saat ini berstatus rawan.

"Melihat catatan saya, di Jakarta saat ini ada 115 daerah rawan narkoba," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Utama BNN Sulistyo Pudjo melalui sambungan telepon kepada Antara di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Kawasan tersebut masuk dalam fokus perhatian BNN karena adanya pasar narkoba yang kerap menjadikan warga setempat sebagai konsumen untuk sejumlah kepentingan tertentu.

Baca juga: Tawuran di Manggarai Disebut Modus Selundupkan Narkoba, Ini Respons BNN

Salah satu kepentingan itu, menurut Sulistyo, adalah perilaku konsumen narkoba yang membutuhkan kandungan analgesik untuk meningkatkan keberanian menghadapi musuh saat terjadi tawuran.

"Jenis narkoba ini juga disalahgunakan untuk perkelahian antarkampung. Pelaku tawuran bisa jadi pasar karena mereka jadi lebih berani, logika menurun saat berhadapan dengan musuh," katanya.

Menurut dia, jajarannya telah menerima laporan perihal upaya pengedar narkoba merekayasa aksi tawuran demi pengalihan perhatian aparat, seperti yang diduga terjadi di kawasan Manggarai.

Baca juga: Jaringan Narkoba Malaysia Tertangkap, 3 Koper Berisi Sabu Ditemukan

Namun, kata dia, laporan itu masih memerlukan kajian lebih dalam untuk mengungkap kebenarannya. "Kita belum ada kajian tentang itu," katanya.

Sulistyo mengajak seluruh masyarakat untuk berkontribusi memutus jaringan peredaran gelap narkoba dengan melaporkan atau menangkap pelakunya.

 "Jangan takut dengan pengedar narkoba. Kalau melihat tangkap saja dan serahkan ke BNN," katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: