Pantau Flash
Jubir: Dari 81.668 Kasus Positif, DKI Tertinggi Laporkan Kasus Baru Korona
Akun Twitter Bill Gates Hingga Barack Obama Diretas
Puan Sebut RUU BPIP Beda dengan RUU HIP, Tak Ada Pasal Kontroversial
Banjir Bandang Luwu Utara Sulsel: 24 Orang Meninggal dan 69 Masih Hilang
DPR Terima Surat Presiden tentang Usulan RUU BPIP dari Pemerintah

BNN: 115 Wilayah di DKI Jakarta Rawan Peredaran Narkoba

Headline
BNN: 115 Wilayah di DKI Jakarta Rawan Peredaran Narkoba Petugas BNNP DKI Jakarta menghadirkan tersangka dan barang bukti narkotika jenis sabu saat pengungkapan peredaran narkotika di Kantor BNNP DKI Jakarta, Jakarta, Kamis (8/8/2019). (Foto: Antara/Adnan Nanda)

Pantau.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) melibatkan seluruh unsur masyarakat untuk memerangi peredaran narkoba di 115 kawasan di DKI Jakarta yang saat ini berstatus rawan.

"Melihat catatan saya, di Jakarta saat ini ada 115 daerah rawan narkoba," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Utama BNN Sulistyo Pudjo melalui sambungan telepon kepada Antara di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Kawasan tersebut masuk dalam fokus perhatian BNN karena adanya pasar narkoba yang kerap menjadikan warga setempat sebagai konsumen untuk sejumlah kepentingan tertentu.

Baca juga: Tawuran di Manggarai Disebut Modus Selundupkan Narkoba, Ini Respons BNN

Salah satu kepentingan itu, menurut Sulistyo, adalah perilaku konsumen narkoba yang membutuhkan kandungan analgesik untuk meningkatkan keberanian menghadapi musuh saat terjadi tawuran.

"Jenis narkoba ini juga disalahgunakan untuk perkelahian antarkampung. Pelaku tawuran bisa jadi pasar karena mereka jadi lebih berani, logika menurun saat berhadapan dengan musuh," katanya.

Menurut dia, jajarannya telah menerima laporan perihal upaya pengedar narkoba merekayasa aksi tawuran demi pengalihan perhatian aparat, seperti yang diduga terjadi di kawasan Manggarai.

Baca juga: Jaringan Narkoba Malaysia Tertangkap, 3 Koper Berisi Sabu Ditemukan

Namun, kata dia, laporan itu masih memerlukan kajian lebih dalam untuk mengungkap kebenarannya. "Kita belum ada kajian tentang itu," katanya.

Sulistyo mengajak seluruh masyarakat untuk berkontribusi memutus jaringan peredaran gelap narkoba dengan melaporkan atau menangkap pelakunya.

 "Jangan takut dengan pengedar narkoba. Kalau melihat tangkap saja dan serahkan ke BNN," katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: