Bongkar Korupsi e-KTP, SBY Diminta ‘Duet’ dengan KPK

Aktivis Hukum dan Akademisi IndonesiaAktivis Hukum dan Akademisi Indonesia

Pantau.com – Aktivis Hukum dan Akademisi Indonesia, Feri Amsari menyarankan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam membongkar misteri kasus mega korupsi e-KTP.

“Mestinya SBY menyikapinya dengan lebih tenang, dan kemudian mencoba berpartisipasi untuk membongkar perkara ini menjadi lebih terbuka di KPK, mencoba kerjasama dengan KPK mencoba menerangkan duduk perkaranya dengan baik,” ujar Feri kepada Pantau.com saat ditemui di Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (7/2/2018).

Menurutnya, SBY bisa langsung mendatangi KPK dan menerangkan posisi dirinya yang waktu itu menjabat sebagai kepala negara. “Jadi respon dia (SBY) ini, kan kayaknya sering digunakan oleh pihak tertentu untuk menarik-narik perkara ini menjadi lebih politis, terutama di posisinya sebagai mantan presiden,” tutur Feri.


Baca juga: Namanya Disebut Dalam BAP Kasus Penggelapan Tanah, Sandiaga Uno Tersangka?

Bahkan kata Feri, drama curhatan SBY justru akan menguntungkan pihak yang diduga kuat memang terlibat e-KTP, karena berhasil mengalihkan pokok perkara sesungguhnya.

“Perhatian publik menjadi ke arah yang berbeda, dan juga mungkin akan menguntungkan pihak-pihak yang terjerat perkara dengan ditariknya kuasa politik besar tentu saja perdebatan akan menuju ke arah lain, bukan inti perkara,” pungkas Dosen Universitas Andalas tersebut.

Sebelumnya, pada Selasa, 6 Februari 2017, SBY mengatakan jika dirinya sudah memanggil para menteri era kepemimpinannya untuk mengetahui jelas duduk perkara proyek e-KTP. Dari hasil pertemuan tersebut, SBY mengaku siap perang untuk membuktikan jika dirinya tak terlibat dalam proyek yang merugikan negara hingga triliunan rupiah.

Tim Pantau
Editor
Dera Endah Nirani