BPBD: 956 Rumah di Kabupaten Sukabumi Rusak akibat Gempa Cianjur

Headline
Salah satu rumah warga di Kampung Cipokel, Desa Sukamanis, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jabar yang ambruk akibat guncangan gempa M5,6 yang berpusat di Kabupaten Cianjur pada Senin, (21/11) lalu. Antara/Aditya RohmanSalah satu rumah warga di Kampung Cipokel, Desa Sukamanis, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jabar yang ambruk akibat guncangan gempa M5,6 yang berpusat di Kabupaten Cianjur pada Senin, (21/11) lalu. Antara/Aditya Rohman

Pantau – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyebutkan rumah yang rusak akibat gempa berpusat di Cianjur, mencapai 956 unit. Laporan ini tercatat hingga Rabu (23/11/2022) pukul 19.00 WIB.

“Data kerusakan ini bersifat sementara dan akan terus berkembang karena pendataan masih dilakukan oleh tim di lapangan,” kata Sub Koordinator Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Medi Abdul Hakim di Sukabumi, dilansir Antara.

Adapun data perkembangan dampak gempa di Kabupaten Sukabumi hingga pukul 19.00 WIB, dari 956 rumah yang rusak sebanyak 620 unit rusak ringan, 241 rusak sedang dan 96 rusak berat.

Selain rumah, terdapat fasilitas lainnya yang juga terdampak seperti bangunan sekolah sebanyak 10 unit, sarana ibadah 18 unit, kantor pemerintahan satu unit dan fasilitas lainnya tiga unit.

Baca juga: Hari ke-3, Korban Meninggal akibat Gempa di Cianjur Kini 271, 40 Hilang

Kemudian, untuk jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak sebanyak 879 KK atau 2.002 jiwa. Penyintas gempa yang mengungsi 114 KK atau 333 jiwa. Selanjutnya korban luka sedang tiga orang dan sembilan korban luka ringan.

Menurut Medi, data kerusakan tersebut tersebar di 22 kecamatan. Untuk kecamatan yang paling tinggi jumlah rumah rusak yakni Kecamatan Nagrak dengan total 220 unit, Kecamatan Sukalarang 179 unit, Kecamatan Sukaraja 158 unit dan Kecamatan Kadudampit 154 unit.

“Untuk penyintas yang terluka sudah mendapat pengobatan dari petugas medis dan kondisinya sudah berangsur pulih, sementara warga yang mengungsi kami sudah menyediakan pengungsian,” katanya.

Ia mengatakan data kerusakan akan terus diperbaharui. Pihaknya secara berkala dan mengimbau kepada warga untuk tetap waspada terjadinya gempa susulan karena hingga saat ini gempa susulan masih terus terjadi.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Aries Setiawan
Penulis
Aries Setiawan