Pantau Flash
Greysia/Apriyani Raih Gelar Juara Thailand Open 2021
Semeru Berstatus Waspada, Warga Diimbau Tak Beraktivitas Radius 1 Km
Jelang MotoGP Mandalika, Sandiaga Pastikan Homestay di Desa Wisata Gerupuk Siap
Bamsoet Ajak Pemerintah dan Masyarakat Bahu Membahu Atasi Bencana Alam
Keok di Partai Puncak, Praveen/Melati Jadi Runner Up Thailand Open 2021

BPIP: Produk-produk Pendidikan Pancasila Perlu Disinkronkan

Headline
BPIP: Produk-produk Pendidikan Pancasila Perlu Disinkronkan BPIP melakukan tinjauan buku Pendidikan Pancasila untuk Sekolah Dasar (SD) kelas 1 sampai dengan 6 pada Senin (30/11/2020) di Jakarta. (Foto: BPIP)

Pantau.comBadan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melakukan tinjauan buku Pendidikan Pancasila untuk Sekolah Dasar (SD) kelas 1 sampai dengan 6 pada Senin (30/11/2020) di Jakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Direktorat Standardisasi Materi dan Metode Formal, Nonformal, dan Informal, di bawah arahan Deputi Bidang Pengkajian dan Materi BPIP.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Pejabat Tinggi Madya dan Pejabat Tinggi Pratama BPIP, Direktur Utama Balai Pustaka dan Jajaran, juga Pakar Pendidikan itu, Deputi Bidang Pengkajian dan Materi (Jianri) BPIP, Prof. Adji Samekto dalam sambutannya mengatakan pentingnya melakukan sinkronisasi terhadap buku-buku Pendidikan Pancasila yang diterbitkan tersebut.

“Buku (Pendidikan) Pancasila yang diterbitkan oleh BP (Balai Pustaka) untuk kelas 3 sampai kelas 6 SD, ini penting untuk disinkronkan oleh BPIP khususnya Kedeputian Pengkajian dan Materi,” ujar Adji.

Baca juga: BPIP Titipkan Pancasila Kepada Generasi Muda Pangandaran

Menambahkan apa yang diutarakan oleh Deputi Jianri BPIP, Sekretaris Utama (Sestama BPIP) Karjono mengatakan antara BPIP dengan Balai Pustaka sudah ada Nota Kesepakatan Bersama/Memorandum of Understanding (MoU).

“(selain kegiatan menijau buku Pendidikan Pancasila) Dari MoU itu sudah dihasilkan video pembelajaran. BP wangi, BPIP pun juga wangi di dunia Pendidikan, oh ternyata BPIP dan BP sudah kerja sama melahirkan buku-buku Pendidikan.” terang Karjono. 

Baik Sestama serta Deputi Jianri sepakat bahwa sejarah terkait kelahiran Pancasila, harus jelas tersampaikan ke masyarakat, khususnya kalangan milenial. Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945, dan kemudian didialektikakan sehingga lahir Piagam Jakarta 22 Juni 1945, sampai disahkannya rumusan akhir Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 pada 18 Agustus 1945, merupakan satu rangkaian peristiwa sejarah yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya.

Baca juga: Kepala BPIP: Negeri Pancasila Begitu Diberkahi dengan Kekayaan Alamnya

Lebih lanjut, Direktur Standarisasi Materi dan Metode Formal, Nonformal, dan Informal, Toto Purbiyanto menjelaskan tugas dan fungsi dari direktorat yang dipimpinnya adalah melaksanakan penyusunan materi, bahan ajar, dan metode pembinaan ideologi Pancasila (PIP) untuk Pendidikan formal, nonformal, dan informal.

“Sejauh ini sudah disusun (materi PIP), menunggu persetujuan dari pimpinan untuk dipublikasikan” pungkas Toto.

Menurutnya, melakukan peninjauan terhadap buku Pendidikan Pancasila yang diterbikan Balai Pustaka ini, juga merupakan bagian dari tugas dan fungsi dari Direktorat Standarisasi Materi dan Metode Formal, Nonformal, dan Informal.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: