Pantau Flash
Kompetisi J-League Ditunda Akibat Virus Korona
Pemerintah Berikan Diskon Tarif Pesawat Akibat Serangan Korona
Komisi III DPR RI Desak MenkumHAM Yasonna Laoly Evaluasi Pegawai
Mentan Syahrul Yasin Limpo Dorong Mahasiswa IPB Jadi Petani Modern
Polri: Pemilik Zat Radioaktif Ilegal yang Gemparkan Tangsel Pegawai BATAN

Bunuh dan Bakar Ayah-Anak, Eksekutor Pembunuhan Dijanjikan Upah Rp500 Juta

Headline
Bunuh dan Bakar Ayah-Anak, Eksekutor Pembunuhan Dijanjikan Upah Rp500 Juta Garis Polisi (Foto: Pantau.com/Adryan Novandia)

Pantau.com - Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi mengatakan tersangka AK yang merupakan otak pembunuhan terhadap Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan anak tirinya, M. Adi Pradana alias Dana (23) memiliki perjanjian upah dengan para eksekutor senilai ratusan juta rupiah.

"Perjanjian mereka Rp500 juta (upah membunuh kedua korban)," ucap Nasriadi saat dikonfirmasi, Selasa (27/8/2019).

Nasriadi menuturkan, AK belum membayar full upah untuk melakukan aksi pembunuhan itu. Sebab dari hasil pemeriksaan terhadap AK, para pembunuh bayaran itu baru diberikan uang Rp130 juta.

"Belum mungkin yang sudah dibayarkan sekitar Rp130 juta lah, itu dibayar bertahap," pungkas Nasriadi.

Baca juga: Dua Eksekutor Pembunuh Ayah dan Anak Dibekuk

Sebelumnya, ayah dan anak yakni, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan M. Adi Pradana alias Dana (23) ditemukan tewas di dalam mobil yang terbakar. Pembakaran itu dilakukan oleh anak istrinya yakni, KV alias GK yang didalangi oleh ibu kandungnya, AK (35).

Dalam melakukan pembunuhan ini, AK menyuruh empat orang untuk menculik kedua korban di rumahnya di Lebak Bulus I Kavling 129 B blok U15 RT 03, RW 05, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Setelah diculik, kedua korban kemudian dibunuh oleh pembunuh bayaran dan jasadnya disimpan di minibus Toyota Cayla. Kemudian, dua jasad itu diserahkan kepada AK dengan cara bertemu di SPBU Cirendeu, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Baca juga: Mayat Terbakar Dalam Mobil, Polisi Sebut Empat Pembunuh Bayaran Kabur

Untuk menghilangkan barang bukti, tersangka menyuruh anaknya GK untuk membeli premium dan membawa kedua jasad yang tidak lain adanya suami dan anak tirinya itu ke semak-semak di Kampung Bondol. Setelah itu, premium yang dibelinya disiramkan ke dalam mobil dan ke kedua jasad itu kemudian dibakar.

Kasus ini terungkap pada Minggu, 25 Agustus setelah warga sekitar melihat ada minibus yang terbakar di pinggir jalan menjorok ke semak-semak. Setelah api dipadamkan ternyata di dalam kendaraan roda empat itu ditemukan dua jasad yang kondisinya sudah hangus terbakar dan bersisa hanya tulangnya saja.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional

Berita Terkait: