Pantau Flash
Sah! Pilkada Serentak 2020 Tetap Digelar 9 Desember 2020
Peringatan Banjir Warga Jakarta! Bendungan Katulampa Bogor Siaga I
30 Hotel di DKI Jakarta Siap Digunakan untuk Isolasi Pasien COVID-19 OTG
Positif COVID-19 di Indonesia Pecah Rekor (Lagi), Tambah 4.176 Kasus
Presiden Jokowi Tegaskan Pilkada Serentak 2020 Tidak akan Ditunda

Bus Sekolah Dialihkan untuk Layani Rute Rusunawa Jakarta

Bus Sekolah Dialihkan untuk Layani Rute Rusunawa Jakarta Ilustrasi bus sekolah. (Foto: Antara)

Pantau.com - Menyusul kebijakan untuk belajar dari rumah bagi siswa di DKI Jakarta akibat penyebaran virus corona COVID-19, pelayanan 60 bus sekolah dialihkan untuk melayani rute Transjakarta di Rumah Susun.

Hal tersebut sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada hari Minggu (15/3) lalu saat mengumumkan peniadaan kegiatan belajar mengajar di sekolah selama dua pekan mulai Senin (16/3).

"Pelayanan bus sekolah, untuk sementara selama dua pekan ke depan ditiadakan karena kami akan mengubah layanan itu untuk kebutuhan masyarakat," ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Minggu (15/3).

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat PT Transjakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan bus akan beroperasi seperti biasa mulai jam 05.00 WIB-21.00 WIB dengan jumlah bus sekolah yang akan melayani warga rusunawa berjumlah 60 armada.

Baca juga: Hai Warga Jakarta Pengguna Transportasi Umum, Jangan Lupa Lencang Depan Ya

"Di dalam bus sekolah terdapat 30 seat dan 15 handgrip  (pegangan tangan)," ucap Nadia, Selasa (17/3/2020).

Dari 60 bus tersebut, operasinya dibagi-bagi ke rusunawa yang biasa menggunakan layanan Transjakarta.

Pembagiannya antara lain Rawa Bebek (15), Komarudin (2), Pinus Elok (2), Pulogebang (3, Cakung KM 2 (2), Pondok Bambu (1), Cipinang Muara (1), Jatinegara Kaum (1), Cibesel (2), Marunda (14 bus), Sukapura (2), Albo (5), Jatirawasari (1), Pesakih (2), Flamboyan (2), Kapuk (2), Tambora (1), Waduk Pluit (1), dan Tanah Merah (1).

Sebelumnya, DKI Jakarta mengembalikan frekuensi transportasi menjadi tinggi dari segi jadwal yang kembali normal dan jumlah armada yang ditambah untuk memperpendek waktu tunggu penumpang, yang disebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengurangi risiko penularan COVID-19 dengan ditambah Social Distancing Measures.

Sementara itu, Kepala Dinas Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo memaparkan skema pembatasan transportasi umum, khususnya pada jumlah penumpang serta antrean di halte dan stasiun.

Baca juga: Cegah Korona, Anies Kembali Imbau Perusahaan Terapkan Kerja dari Rumah

Pertama adalah jam operasional MRT kembali jadi jam 05.00 WIB-24.00 WIB, kemudian mengembalikan 16 rangkaian dari empat saat ini, namun dengan pembatasan kapasitas dari satu rangkaian 1.200 menjadi maksimum 360 penumpang.

Untuk LRT Jakarta, kembali beroperasi pada pukul 05.30 WIB-23.00 WIB dengan hanya mengangkut 80 penumpang dari yang biasanya 270 penumpang per rangkaian.

Kemudian untuk Transjakarta, kembali beroperasi 24 jam pada Selasa (17/3). Dengan dua jenis layanan yaitu bus gandeng dan bus tunggal yang masing-masing penumpangnya dibatasi dari sebanyak 150 dan 80 penumpang, hanya akan mengangkut 60 dan 30 penumpang.

Kemudian untuk jarak penumpang yang mengantre, baik di dalam maupun di luar halte atau stasiun, diimbau untuk menjaga jarak dengan sistem 'lencang depan' untuk meminimalkan penyebaran COVID-19.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi