Pantau Flash
Nissan Pastikan Tutup Pabrik di Indonesia
Pemerintah Segera Terbitkan Protokol Latihan dan Kompetisi Olahraga
Dinkes Jakpus Pendatang Tanpa SIKM Harus Tes Swab Biaya Sendiri
Upacara Tetap Digelar di Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020
Presiden Jokowi Kaji Prioritas Usulan 245 Proyek Strategis Nasional Baru

Cak Imin Kenang Kebijakan Gus Dur Rangkul Papua di Tengah Gejolak

Cak Imin Kenang Kebijakan Gus Dur Rangkul Papua di Tengah Gejolak Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

Pantau.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin turut berkomentar terkait semakin panasnya situasi di Papua. Cak Imin ingatkan masyarakat Papua dengan kebijakan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Cak Imin mengingatkan, berkaitan dengan kebijakan Gus Dur kala itu yang mengambil keputusan untuk mengubah nama Irian Jaya menjadi Papua. Menurutnya, hal itu membuktikan kecintaan Indonesia terhadap masyarakat Papua.

"Dulu Gus Dur ketika menjadi presiden mengubah nama Irian Jaya menjadi Papua. Itu bukti bahwa komitmen kebersamaan kita sebagai keluarga, total. Lalu disahkanlah perubahan Irian Jaya menjadi Papua. Itu karena kecintaan Gus Dur, kita semua, kepada sahabat saudara kita semua dari Papua," kata Cak Imin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Baca Juga: Kota Jayapura Masih Mencekam dan Lumpuh

Berkaca dari semangat Gus Dur tersebut, Cak Imin berharap semua bisa menguatkan komitmen kebersaaan hingga persaudaraan kembali.

"Semua hal perbedaan pendapat sah-sah saja asal tetep menjaga persahabatan kekeluargaan dan toleransi di antara kita," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Situasi Kota Jayapura di Provinsi Papua dan sekitarnya pada Jumat (30/8/2019) masih lumpuh dan warga tampak berjaga jaga di sejumlah lokasi. Sebelumnya aksi demo jilid dua yang berlangsung Kamis kemarin, 

Baca Juga: Kantor Bupati Deiyai Papua Diserang, Ketua DPR: Kopassus Bisa Dioperasikan

Dilaporkan, para pelajar sekolah juga diliburkan dan pusat perbelanjaan serta perkantoran tampak tidak beroperasi.

"Kami sengaja meliburkan anak-anak untuk sekolah karena kondisi tampak belum kondusif," kata Rima yang anaknya bersekolah di salah satu SMP di kawasan di Dok V Jayapura.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: