Pantau Flash
Jepang Jalani 'The New Normal' Usai Status Darurat COVID-19 Dicabut
Peneliti LIPI Prediksi Warga yang Kembali ke Jakarta Sedikit
Ketegangan AS- China buat Rupiah Melemah Rp14.755 per Dolar
Erick Thohir: 90 Persen BUMN Terdampak COVID-19
YLKI: Rencana Pembukaan Mal 5 Juni Terlalu Gegabah

Cak Imin Sebut Gerindra Makmum Masbuk, Apa Artinya?

Headline
Cak Imin Sebut Gerindra Makmum Masbuk, Apa Artinya? Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyambut Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Kantor DPP PKB, Jakarta, Senin, (14/10/2019). (Foto: Antara/Boyke Ledy Watra)

Pantau.com - Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid angkat bicara maksud ucapan dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar kala menjamu kedatangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Kantor DPP PKB pada Senin malam 14 Oktober 2019.

Untuk diketahui pada Muhaimin alias Cak Imin menyebut Partai Gerindra dengan istilah orang yang ingin menjalankan ibadah salat. Cak Imin menyebut Gerindra sebagai makmum masbuk.

Baca Juga: PKB Beri Sinyal Positif Gerindra Gabung ke Koalisi Joko Widodo

“Begini, istilah makmum masbuk itu jamaah yang datangnya belakangan kalau datang belakangan, ya mustinya masa duduknya di depan. Kedua kalau makmum masbuk itu mengulang sesuatu yang tidak dikerjakan oleh yang dia terlambat, diulang, ditanya komitmennya dulu,” kata Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Menurut Jazilul, arti pernyataan Cak Imin juga menegaskan soal mendapat jatah kursi menteri harus diprioritaskan kepada partai-partai di Koalisi Indonesia Kerja lantaran mendukung Jokowi sejak awal. Kendati begitu, PKB tetap menghargai dan menghormati hak prerogatif Jokowi dalam pembentukan kabinet.

“Ya itu nanti dipertimbangkan Pak Jokowi mana makmum yang sudah datang duluan. Kalau di kita yang datang duluan baris pertama itu dapat unta. Kalau dianalogikan dengan makmum masbuk ya seperti itu, yang datang belakangan ya dapat jatah belakangan,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Cak Imin mempersilakan Partai Gerindra jika ingin bergabung kedalam pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Ia mengaku tak masalah jika Partai Gerindra bergabung ke dalam pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin selama lima tahun kedepan.

"Iyalah, enggak apa-apa, enggak ada masalah," kata Imin usai melakukan pertemuan dengan Prabowo.

Baca Juga: Lanjutkan Safari Politik, Prabowo Kini Puji PKB

Kemudian, saat ditanyai apakah PKB tak khawatir bergabungnya Partai Gerindra kedalam pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin akan mengancam jatah menteri partainya, Cak Imin justru menganalogikan dengan makmum masbuk.

"Istilah kalau salat itu ada imam, ada makmum. Nah makmum yang datangnya belakang namanya makmum masbuk," ujar Cak Imin.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: