Cegah Mahar Politik, PSI Keluarkan ‘Kartu Sakti’

PSI (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti)PSI (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti)

Pantau.com – Dikala merebaknya isu mahar politik jelang Pilkada 2018, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) justru punya jurus jitu dalam mencegah hal itu. Partai besutan Grace Natalie tersebut mengeluarkan ‘kartu sakti’ bagi setiap kadernya.

“Dengan kamu membeli kartu kamu menjadi pemilik, kamu bisa ikut menentukan kebijakan partai, kamu punya akses aplikasi untuk bisa komunikasi langsung untuk nanti registrasi dan sebagainya. Nah, terus itu dana yang terkumpul itu untuk sosialisasi (kader),” jelas Ketua Umum PSI Grace Natalie di kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (7/2/2018).

Kartu sakti ini berupa kartu member yang di dalamnya memiliki uang elektronik yang dapat dibeli dengan nominal minimal sebesar Rp100.000 dengan masa aktif selama setahun. Dimana, secara otomatis pemilik kartu ini memiliki hak suara dalam menentukan kebijakan partai.

Metode ini dipandang Grace mampu meminimalisir praktek korupsi, karena dana yang digunakan melalui sistem Crowdfunding (penggalangan dana publik) yang dapat dipertanggung jawabkan secara transparan.

Crowdfunding ini, kata Grace nantinya tidak hanya berbentuk materi, namun bisa juga dalam bentuk relawan tenaga dan waktu yang bersedia memberikan sumbangsihnya membantu para caleg PSI secara sukarela.

“Jadi kita mengajak publik kalau kamu mau melihat perubahan politik nggak ada cara lain kita harus berani terjun ke politik. Kalau kamu belum ada keberanian untuk maju menjadi caleg toh kamu bisa jadi relawannya,” pungkas Grace.

Sementara itu, PSI sendiri saat ini tengah membuat sebuah aplikasi sistem kepartaian, sebagai pengawas sekaligus bentuk pertanggungjawaban partai kepada publik sebagai wakilnya. Pada aplikasi tersebut publik juga nantinya dapat mengakses sumber dana, laporan kerja, serta tindakan pejabat partai PSI selama menjadi wakil rakyat.

Tim Pantau
Penulis
Adryan N