Pantau Flash
Blak-blakan Menkes: Pemerintah Tidak Ada Rencana untuk Subsidi Test PCR
Maluku Utara Diguncang Gempa 5,1 Magnitudo, Berpusat di Kedalaman 92 Km
Kabar Gembira! Menkes Buka Peluang Vaksinasi Usia 5-11 Tahun Dimulai Awal 2022
Polri Ringkus Komplotan Judi dan Pornografi Online, Raup Rp4,5 Miliar per Bulan
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan

Cerita Warga Kaltim, Didatangi Para Pemburu Tanah di Lokasi Ibu Kota Baru

Headline
Cerita Warga Kaltim, Didatangi Para Pemburu Tanah di Lokasi Ibu Kota Baru Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Setelah Kalimantan Timur ditetapkan jadi lokasi ibu kota baru, makin banyak pemburu tanah yang ramai menyambangi wilayah itu, dari mulai Sungai Merdeka di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara hingga Semoi di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara.

Menurut Armansyah (56), warga asli Kampung Sungai Merdeka, Kabupaten Kutai Kartanegara, dalam satu hingga dua hari terakhir ada saja yang datang menanyainya tanah yang hendak dijual.

Armansyah mengatakan, para pencari tanah ini rajin mendatangi warung kopi, ikut berbincang dengan warga.

Baca juga: 7 Hal yang Terjadi pada Jakarta Jika Tak Lagi Jadi Ibu Kota Indonesia

Tidak hanya warga Balikpapan yang jadi rajin datang ke Sungai Merdeka. Kata Arman, warga Bontang, Samarinda bahkan Jakarta pun mulai banyak yang datang mencari tanah di kampung yang memang berdekatan dengan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang belum rampung dikerjakan.

Pembangunan jalan tol sepanjang 99,350 kilometer dilengkapi empat Gerbang Tol (GT) yang ditargetkan rampung akhir 2019 juga berpengaruh pada harga jual tanah di wilayah Samboja tersebut.

“Mereka juga enggak tawar harga. Saya punya tanah di pinggir jalan, 13x50 meter persegi, dijual Rp50 juta enggak laku-laku. Tapi sebulan ini bisa jual Rp150 juta,” ujarnya, Rabu (28/8/2019).

Baca juga: Ibu Kota Pindah ke Kaltim Paling Ramai Dibicarakan Milenials di Twitter

Sedangkan Bagus Anggoro (44), Kelurahan Sungai Merdeka, Samboja, mengatakan para pemburu tanah biasanya mendatangi para ketua RT.

“Karena ketua RT yang lebih tahu lokasi tanah-tanah warga. Tidak boleh salah tunjuk tanah, bisa ribut nanti,” kata Anggoro.

Harga tanah di daerah rumahnya pun sudah tinggi bahkan sebelum ruas jalan tol mulai dibangun. Setidaknya harga tanah 1 kavling dengan luasan 15x20 meter persegi yang letaknya masuk jauh dari jalan besar dihargai setidaknya Rp40 juta.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: