Pantau Flash
Ribuan Buruh Terobos Barikade, Polisi: Aksi Boleh Panas tapi Kepala Harus Dingin
Kala Jokowi Beli Jaket Boomber Motif Tenun Dayak Sintang, Langsung Dipakai!
Satu Keluarga Tewas dalam Kebakaran di Tambora, Polisi Turun Tangan
Pesan Khusus Sri Sultan HB X kepada Ridwan Kamil Sangatlah Bijak
BNPB Sebut Pengungsi Erupsi Semeru Meningkat Jadi 3.657 Orang

Curhat SBY di Hari Ulang Tahun: Tak Ada Lagi yang Memeluk Saya

Headline
Curhat SBY di Hari Ulang Tahun: Tak Ada Lagi yang Memeluk Saya Tamu undangan memadati halaman kediaman Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (9/9/2019) malam. (Foto: Antara/M Fikri Setiawan)

Pantau.com - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan curahan hatinya saat memperingati hari ulang tahun ke-70 di kediamannya, Puri Cikeas, Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin malam (9/9/2019).

SBY merasa bersedih lantaran untuk pertama kalinya ia merayakan ulang tahun tanpa istri dan ibundanya.

Diketahui, Ani Yudhoyono dan ibundanya, Siti Habibah wafat secara berurutan pada 1 Juni 2019 dan 30 Agustus 2019.

"Sepuluh hari yang lalu, sepuluh hari menjelang hari kelahiran saya ini, ibunda tercinta, yang melahirkan saya 70 tahun yang lalu, tepat tanggal 9 September 1949, telah dipanggil oleh Allah SWT," ujarnya dalam pidato kontemplasi SBY di Pendopo Puri Cikeas.

Baca juga: Rayakan Ulang Tahun ke-70, SBY Sedih Tanpa Ani Yudhoyono dan Sang Ibunda

Ketua Umum Partai Demokrat itu, juga mengaku rindu dengan bisikan berupa ucapan “Selamat Ulang Tahun, Pepo. Happy Birthday. panjang usia, bahagia, dan sukses selalu”, yang biasa diucapkan istrinya saat malam menjelang hari ulang tahun SBY.

"Tak ada lagi yang memeluk saya, seraya membisikkan kata-kata yang indah. Orang yang setiap tahun melakukan itu, istri tercinta, 100 hari yang lalu juga telah berpulang ke Rahmatullah," tuturnya.

Namun, SBY menyebutkan bahwa almarhumah istrinya akan selalu terkenang dalam hatinya. Pasalnya, perjalanan bersama Ani Yudhoyono selama 43 tahun lamanya, banyak dilalui dengan kenangan dan memori indah.

"Penuh paradoks. Satu titik, dua sisi. Dua sisi dari satu mata uang logam. Kodrat keseimbangan dalam domain kekuasaan Tuhan. Semua hukum kehidupan ini, hadir dan kita rasakan hari ini. Paling tidak untuk diri saya secara pribadi," kata SBY.

Baca juga: SBY: 2019 Tahun Terberat Buat Saya dan Keluarga

Di sisi lain, ia mengaku gembira atas hadir rekan-rekan seperjuangannya dari partai berlambang 'mercy' yang genap 18 tahun.

"Saya sungguh bersyukur dan berterima kasih kepada Allah, atas segala karunia yang diberikan kepada saya. Betapa Maha Pengasih dan Maha Pemurah-Nya Tuhan Sang Pencipta," ucapnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: