Pantau Flash
Kapolsek Parigi Perkosa Anak Tersangka, Kapolda Sulteng Minta Maaf
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan

Dahnil Anzar Sebut Fadli Zon Ogah Jadi Menteri Jokowi

Dahnil Anzar Sebut Fadli Zon Ogah Jadi Menteri Jokowi Dahnil Anzar (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Juru Bicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak membantah Fadli Zon tertarik bergabung pada kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Yang jelas saya dengar dari Bang Fadli, Bang Fadli tidak bersedia bergabung," kata Dahnil, di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (22/8/2019).

Meski demikian, ia tidak tahu persis apakah Fadli Zon sudah ditawari untuk masuk kabinet atau belum oleh pihak Joko Widodo.

Baca juga: Gerindra: Kehadiran Prabowo di Kongres PDIP Jangan Disalahartikan!

Sementara itu, Dahnil juga mengatakan, hingga saat ini Partai Gerindra belum memutuskan akan bergabung dengan pemerintah atau menjadi oposisi mengingat belum ada pembicaraan resmi dari Prabowo Subianto.

"Bapak Prabowo sebagai Ketua Dewan Pimpinan belum pernah membicarakan terkait kursi kabinet saat pertemuan dengan Jokowi, Megawati, BG (Budi Gunawan, red) maupun Jusuf Kalla," katanya.

Baca juga: Ini Kata Dahnil Anzar Soal Vonis 3 Emak-emak Pelaku Kampanye Hitam Jokowi

Meski demikian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Prabowo. Menurut Dahnil, Prabowo akan tetap aktif memberikan masukan kepada pemerintah terutama terkait hal-hal yang sifatnya kualitatif.

"Misalnya, terkait konsep ketahanan dan pangan, energi dan konsep tentang pertahanan. Konsep tersebut bahkan sudah disampaikan saat bertemu dengan keempat tokoh tadi," katanya.

"Kalau kemudian Presiden merasa konsep itu cocok, sesuai dan mau digunakan, silahkan. Kalau enggak juga silakan," katanya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: