Pantau Flash
Disiplin Terapkan Prokes, Ketua Satgas COVID-19 Positif Korona
Total Positif COVID-19 di Indonesia Capai 965.283 dengan 13.632 Kasus Baru
BMKG Prediksi Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Diguyur Hujan Disertai Petir
BPJS Kesehatan Pantau Pemanfaatan Aplikasi P-Care Vaksinasi COVID-19
Gempa Besar Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara

Dampak Kerumunan Pilkada dan Libur Akhir Tahun Harus Diantisipasi

Dampak Kerumunan Pilkada dan Libur Akhir Tahun Harus Diantisipasi Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. (Dok. Pribadi)

Pantau.com - Ledakan kasus positif COVID-19 yang berulang kali terjadi di Tanah Air seharusnya menjadi bahan evaluasi sejumlah langkah pengendalian yang dijalankan saat ini. Wakil Ketua MPR Lestari meminta semua pihak untuk tidak saling menyalahkan.

"Tidak perlu saling menyalahkan, apalagi mencari-cari kesalahan pihak lain, karena penambahan kasus baru itu merupakan kesalahan bersama. Harus diakui kita belum mampu membuat masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan,"  kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/12/2020).

Menurut Lestari, upaya evaluasi sejumlah langkah pengendalian COVID-19 di sejumlah daerah merupakan tindakan yang dibutuhkan saat ini.

Baca juga: Bangkitnya Pariwisata Diharapkan Mampu Menjawab Tantangan Bangsa

Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat pada Minggu (29/11) terjadi rekor penambahan kasus 6.267 dalam satu hari. Pada Kamis (4/12) pecah lagi rekor menjadi 8.369 kasus dalam sehari.

Pertambahan kasus positif terus berulang, menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, hal itu sangat membutuhkan perbaikan strategi dalam mengendalikan penyebaran COVID-19. "Penambahan kasus baru COVID-19 dalam jumlah besar itu merupakan teguran keras bagi kita semua," ujar Legislator Partai NasDem itu.

Pemerintah pusat dan daerah, tegas Rerie, harus benar-benar berkolaborasi untuk menekan penyebaran COVID-19 agar tidak terjadi penularan lebih luas lagi.

Tren penambahan kasus baru yang terus meningkat, ujarnya, harus dihadapi bersama dengan membangun kesadaran kolektif antara pemerintah dan masyarakat, bahwa virus korona masih menjadi ancaman yang serius.

Hentikan kegaduhan politik, tegas Rerie, agar semua pihak, terutama pemerintah bisa fokus mengambil langkah-langkah penanggulangan pandemi Covid-19. Apalagi, jelasnya, pekan depan pada Rabu (9/12) digelar pemilahan umum kepala daerah serentak di 270 kabupaten/kotamadya dan provinsi di Tanah Air.

Saat ini, Rerie berharap, peran aktif dan keteladanan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh politik dalam menyadarkan masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga: Wakil Ketua MPR Imbau Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan saat Liburan

Karena, menurut Rerie, pada Desember 2020 merupakan bulan yang rawan terjadi kerumunan massa. Selain Pemilukada serentak pada Rabu (9/12), rangkain liburan akhir tahun ini juga sangat berpotensi menciptakan kerumunan.

Menghadapi kondisi tersebut, menurut Rerie, memerlukan sejumlah perbaikan pengendalian agar para pemangku kepentingan dapat mengantisipasi ancaman ledakan penyebaran COVID-19 di Tanah Air.

"Saya berharap pemerintah berkolaborasi dengan berbagai pihak dan masyarakat mampu menghadirkan strategi yang tepat dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 yang hingga kini belum terlihat melandai grafik penularannya," pungkas Rerie.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: